Anggota DPR RI Hj. Endang Maria SAg.SH menggelar rapat aspirasi dengan Kades/Kalur se Kismantoro.
Anggota DPR RI Hj. Endang Maria SAg.SH menggelar rapat aspirasi dengan Kades/Kalur se Kismantoro.
Anggota DPR RI Hj. Endang Maria SAg.SH menggelar rapat aspirasi dengan Kades/Kalur se Kismantoro.

INFOWONOGIRI.COM-KISMANTORO-Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Kecamatan Kismantoro, Warmin melaporkan ada 4.873 KK tergolong sebagai kepala keluarga (KK) miskin di wilayahnya butuh perhatian pemerintah provinsi dan pusat.

Di Kismantoro juga masih terdapat rumah tidak layak huni (RTLH) sekira 3000 unit. Kondisi rumah tidak memadai. Lantai tanah, dinding anyaman bambu (gedek), mulai lapuk, fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) tidak tersedia.

KK Miskin dan RTLH itu berada hampir merata di 10 wilayah Desa dan Kelurahan se Kecamatan Kismantoro. Yaitu di Desa Gedawung, Lemahbang, Gambiranom, Pucung, Gambirmanis, Plosorejo, Bugelan, Ngroto, Kelurahan Gesing dan Kelurahan Kismantoro.

“Wilayah kami berada di Zona Merah di Jawa Tengah,” kata Warmin mewakili Camat Kismantoro mewakili Camat Kismantoro, pada acara Rapat Dengar Pendapat di Balai Kelurahan Gesing Kecamatan Kismantoro, Sabtu (20/2) lalu.

Mayoritas masyarakat bertani. Tetapi tidak bisa bertani maksimal. Karena lahan pertanian di wilayahnya tadah hujan. Maka perlu dibangun sarana pengairan. “Delapan Kades sepakat mengusulkan pembangunan Bendung Nguncar,” kata Warmin.

Acara tersebut dihadiri Delapan Kepala Desa/Kelurahan se Kecamatan Kismantoro, tokoh agama dan tokoh masyarakat, utusan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Kismantoro dan Pendamping PKH.

Anggota DPR RI Hj. Endang Maria SAg.SH, Warmin dapat menyimpulkan hasil rapat dengar pendapat, bawha penyebab kemiskinan warga Kismantoro dikarenakan 4 faktor utama, dan beberapa faktor lain.

Yaitu pendapatan ekonomi masyarakat yang terus berkurang karena minim lapangan kerja, etos kerja rendah, sumberdaya manusia rendah, dan sumberdaya alam yang belum tergarap maksimal.

Endang Maria menyatakan telah menyerap aspirasi mereka. Endang langsung mengunjungi rumah tidak layak huni di sana. “Masih banyak rumah-rumah tidak layak huni, saya sampai menangis,” kata tokoh aktifis perempuan ini.

Solusinya para Kades/Kalur/Camat disarankan mengajukan peningkatan Program Pembangunan RTLH, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), PKH, dan program-program lain. Usulan pembangunan Bendung Nguncar, menurut Endang logis.

“Itu salah satu percepatan pengentasan kemiskinan. Bendung Nguncar akan dapat meningkatkan ekonomi petani. Petani bisa panen 2-3 kali setahun,” katanya. (baguss)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan