Subasir Ketua Gapoktan Tani Mulyo dan sekretaris Desa Nungkulan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri.Subasir Ketua Gapoktan Tani Mulyo dan sekretaris Desa Nungkulan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri.
Subasir Ketua Gapoktan Tani Mulyo dan sekretaris Desa Nungkulan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri.
Subasir Ketua Gapoktan Tani Mulyo dan sekretaris Desa Nungkulan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM-GIRIMARTO-Di Dusun Jaten Desa Nungkulan ada seorang kakek bernama Subasir. Dia biasa dipanggil Mbah Basir. Usianya memang sudah hampir 70tahun. Tapi semangatnya bekerja di bidang pertanian sangat getol, pantang menyerah.

Sejak 5 tahun belakangan, Subasir merintis pembibitan sengon bersama gabungan kelompok petani (gapoktan) Tani Mulyo di desanya. Subasir didampingi sekretarisnya, Karsanto, Rabu (16/12) sangat bersyukur memiliki lahan subur.

Kesuburan lahan karena kwalitas tanah yang gembur dan suplay air mencukupi dari lereng Lawu selatan. Untuk menjaga kelestarian alam, Tani Mulyo didirikan sekira 10 th lalu. Kini anggotanya ada 175 orang, padahal awalnya hanya belasan orang saja.

Yang dikembangkan sengonisasi. Anggotanya tidak hanya pria, tapi juga wanita, khususnya ibu ibu masuk kelompok Tirto Wulung. Karena mengandalkan air limbah dari rumah tangga (peceren).

Meski memanfaatkan lahan pekarangan rumah, ternyata berkembang pesat. Setiap anggota mampu melakukan pembibitan rata rata 25 ribu batang sengon. Kaum pria tentu lebih dari itu, mencapai ratusan ribu batang.

Pada musim tanam ini, Subasir bersama Gapoktan Tani Mulyo telah menyalurkan 5 juta bibit sengon, hasil dari menyemai Juni lalu. “Semua sudah tersalurkan, padahal bulan Desember belum habis,” kata Subasir.

Karena itu, Subasir mendapatkan predikat bapaknya sengonisasi, dan dijuluki sebagai Mbahe Sengon. Sengon dari Nungkulan merajai seluruh Wonogiri. Merambah ke Pacitan, Magetan, dan Karanganyar.

“Peningkatan jumlah bibit masih kalah dengan minat petani menanam sengon. Meskipun seluruh Jawa ditanami sengon, tidak akan mencukupi kebutuhan pasar dunia,” katanya.

Bahkan pemilik mobil rongsok beralih jualan sengon. Baru baru ini, Subasir juga membina 20 pemuda pengangur menjadi wirausaha di bidang pertanian. Perorang bisa mencapai 500 ribu bibit.

Tarjet Gapoktan Tani Mulyo ingin menyukseskan Wonogiri dan Jawa Tengah ijo royo-royo dengan se-Milyar Pohon. Kendalanya pada musim kemarau suplay air minim. Sehingga dibutuhkan sumur pantek. Karena sumur pamsimas tak berfungsi. (baguss).

By Redaksi

Tinggalkan Balasan