
INFOWONOGIRI.COM-EROMOKO-
Penyerahan KTA dari masing masing Kader PDIP diterima oleh Wakil Ketua PAC Eromoko Wasdi dan didampinggi Didit, kakak almarhum Rudatin Haryanto SE. Kemudian KTA yang telah diserahkan, diberikan kepada Joko Prihanto selaku Koordinator Banteng Liar, yang tidak lain adalah relawan Paslon Bupati/Wabup nomor urut 1 Hamid Noor Yasin-Wawan Setya Nugraha.
Wasdi menjelaskan aksi yang dilakukan pengurus dan kader merupakan bentuk kekecewaanya kepada elit PDIP Wonogiri. Tujuannya untuk mengingatkan jajaran pengurus DPW dan DPP PDI-Perjuangan.
“Selama pak Rudatin sakit. tidak ada satupun pengurus PDIP yang menjenguknya ke rumah sakit. Setiap pertemuan PDIP Pak Rudatin dijelek-jelekkan, dihina, dianggap sampah dan pengkhianat. Selama ini PDIP menganggap Pak Rudatin membelot. Padahal selama ini pak Rudatin belum pernah menghimbau kadernya untuk ke kubu HW (Hamid Wawan),” bebernya.
Ditambahkan, selama ini almarhum Rudatin tidak pernah diundang rapat pertemuan DPC. PDIP menganggap almarhum membelot karena kedekatanya dengan Wawan Bolang. Namun DPC PDI-P tidak pernah klarifikasi dan komunikasi ke almarhum. “Sebelum meninggal, Rudhatin berwasiat kepada keluarga, kader dan simpatisan dan kader agar mendukung pasangan HW pada Pilkada 2015,” katanya.
Atas sikap PDIP yang tidak menghargai perjuangan almarhum Rudhatin, maka semua kader PDIP di Kecamatan Eromoko memutuskan untuk bergabung ke barisan Banteng Liar mendukung dan memenangkan paslon Bupati Hamid-Wawan. “Kami siap menerima sanksi dari PDIP,” katanya.
Didit selaku kakak almarhum Rudhatin, dengan membongkar Posko PDIP di rumahnya berharap akan bisa melupakan semuanya. Rumah tidak akan digunakan untuk kegiatan politik.
“Sakit rasanya, selama 16 tahun almarhum berjuang keras di PDIP hingga kepulanganya tidak dihargai sama sekali. Malah dipojokkan, biarlah ini berakhir di sini. Sekarang kita all out memenangkan HW sesuai wasiat almarhum,” pungkasnya. Asal tahu, Sabtu (21/11) lalu Ketua DPC PDI-P dan Anggota Legislatif DPRD II Wonogiri 4 periode Rudatin Haryanto SE meninggal dunia karena sakit. (nano/baguss)

