
INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri menolak ratusan pendonor darah, yang sedianya akan mengikuti Aksi Donor Darah Masal, Kamis (5/11) di rumah Calon Bupati Wonogiri H. Hamid Noor Yasin, di Bulusulur Wonogiri.
Penyebabnya petugas PMI Wonogiri yang bertugas untuk pengambilan donor darah, hanya menyediakan 50 kantong (tempat menyimpan darah) dari pendonor. Alhasil, ratusan calon Pendonor dari Kismantoro, Purwantoro dan sekitarnya gagal menyumbangkan darah untuk kemanusiaan.
Usut punya usut, ternyata bold bank (almari/bank tempat menyimpan kantong darah) penuh. Satu almari masih tersisa, tetapi tidak bisa digunakan, karena rusak.
Staf Teknis UTD PMI Kabupaten Wonogiri Jliteng mewakili dr Heri Susanto Pelaksana PMI Kabupaten Wonogiri membenarkan keberadaan tersebut.
“Stok kantong darah di PMI masih ada. Bold Bank (almari) nya ada 5 tetapi sudah penuh,” kata Jliteng. Dijelaskan PMI Kabupaten Wonogiri memiliki 6 Almari penyimpan kantong darah. Tetapi salah satunya rusak.
Aksi donor darah masal digelar Calon Bupati nomor urut 1 Hamid Noor Yasin-Wawan Setya Nugraha. Hamid dan istrinya Endang Noor Yasin tampak mendonorkan. Disusul relawan dan para pendukung Paslon nomor urut 1. Namun aksi donor darah hanya bisa diikuti oleh 50 orang.
“Terpaksan ditutup, karena stok kantong darah hanya disediakan 50 unit. Sebab almari penyimpanan kantong darah sudah penuh,” kata Hamid. Terpaksa ratusan relawan dari pelosok-pelosok batal donor darah.
Ditambahkan Jliteng, stok darah di PMI saat ini ada 500 lebih kantong dari berbagai golongan. Diperkirakan aman sampai 2-3 bulan mendatang. (baguss)

