Kapolsek Kismantoro AKP Maryono SH dan Kanitbinmas Ipda Hartoyo menyampaikan sosialisasi kamtibmas di wilayahnyaKapolsek Kismantoro AKP Maryono SH dan Kanitbinmas Ipda Hartoyo menyampaikan sosialisasi kamtibmas di wilayahnya
Kapolsek Kismantoro AKP Maryono SH dan Kanitbinmas Ipda Hartoyo menyampaikan sosialisasi kamtibmas di wilayahnya
Kapolsek Kismantoro AKP Maryono SH dan Kanitbinmas Ipda Hartoyo menyampaikan sosialisasi kamtibmas di wilayahnya

INFOWONOGIRI.COM-KISMANTORO-Tujuh orang pengurus dan guru perguruan ilmu bela diri (pesilat) di wilayah Kecamatan Kismantoro sepakat menghindari konflik fisik antar lembaga organisasi bela diri maupun oknum anggota perguruan.

Kesepakatan tersebut disetujui tujuh orang guru dan pengurus lembaga ilmu bela diri di tingkat Kecamatan Kismantoro. Mereka adalah Nahdori Paeran (SH Teratai Gesing Kismantoro), Budi Lulemanto (Desa Miri, SH Winongo), Trihadi (Desa Gesing-Ju Jit Su). Bejo (Desa Kismantoro-Kera Sakti), Saidi (Desa Ngroto Kera Putih), Iwan Guntoro (Desa Miri-Merpati Putih), Amin Yudo Rahmanto (Desa Gambiranom-Pagar Nusa).

Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean melalui Kapolsek Kismantoro AKP Maryono didampingi Kasubag Humas AKP Gunawan SH menjelaskan, kesepakatan bersama itu disetujui pada pertemuan Kamis (10/9) di Aula Mapolsek Kismantoro.

Latar belakangnya, ada gejala maupun fenomena konflik antar oknum perguruan pencak silat di wilayah Wonogiri timur. Mengingat wilayah setempat berbatasan dengan Ponorogo, Pacitan dan Magetan Jawa Timur. “Di Jatim yang berbatasan dengan kami sudah terjadi konflik fisik antar oknum perguruan, kami sepakat menolak konflik fisik,” tegas Maryono,

Karena itu, antar pengurus organisas olahraga bela diri menyepakati saling menjaga dan mengendalikan anak didik/anggotanya agar tidak berselisih sesama perguruan. Bila terjadi gesekan atau perselisihan dapat cepat diselesaikan dan dikendalikan dengan tuntas sampai akar permasalahanya. (baguss)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan