INFOWONOGIRI.COM-PURWANTORO-Di Dusun Bendo Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri terdapat sebuah masjid. Masjid itu dinamai masjid Tiban. Dari kota kecamatan Purwantoro berjarak kurang lebih 5km ke arah utara.
Bangunan masjid Tiban tidak berbeda dengan masjid lainnya. Sama sama menghadap kiblat. Terdapat dua ruang ibadah. Yaitu ruang utama masjid dan serambi masjid. Terdapat pula ruang kecil menjorok yang laik disebut sebagai ruang imam.
Dalam ruang imam terdapat mimbar imam atau ruang khatib. Di luar ruang utama terdapat teras, tempat wudu, dan ruang kosong di samping kanan (utara) masjid. Sebagian tiang masjid tersebut berbahan kayu jati. Konon kayu jati itu peninggalan wali.
Saat ini masjid tersebut telah direnovasi dengan tembok permanen. Tetapi masih terdapat komponen lama. Seperti tiang utama, balok penopang dan atap sebagian masih berupa kayu jati kuno. Komponen kuno itulah yang dianggap keramat oleh masyarakat.
Kekeramatan masjid tiban ini, yang mempengaruhi orang datang mengunjungi masjid ini. Terdiri dari kalangan masyarakat biasa maupun para pejabat politik maupun birokrat. Ada yang datang dari Wonogiri, luar Wonogiri bahkan dari luar pulau. \
Pengurus masjid Tiban Sarimin (66 th) menjelaskan, masjid Tiban digunakan untuk ibadah sholat sehari hari, seperti masjid lainnya. Juga digunakan untuk ibadah shalat taraweh. Shalat rowatib dan taraweh dilaksanakan di serambi masjid.
“Pengunjung yang datang ke sini biasanya mempunyai niat untuk panyuwunan, Kebanyakan yang datang dari luar Wonogiri. Bahkan ada yang dari Sumatera,” katanya. ada aparat, pejabat maupun pengusaha dari luar kota.
Tidak semua yang datang ke masjid tersebut untuk melaksanakan ibadah seperti yang disyariatkan sesuai ajaran islam. Tetapi banyak yang datang dengan tujuan “ziarah” ke masjid tersebut. Mereka menabur bunga, membakar kemenyan, minyak wangi, dan kondangan.
Tempat ziarah tersebut dilakukan di sisi utara masjid tersebut. Ada ruang khusus yang memang tampaknya sengaja disediakan oleh seseorang. Tujuannya untuk menyediakan para pengunjung melakukan ritual di luar ajaran Nabi Muhammad SAW.
Pengunjung masjid Tiban bernama Jaimin (45 th) warga Ploso Purwantoro mengaku datang ke lokasi itu untuk meminta berkah dan meminta dilancarkan rejekinya. Dia membawa nasi dan ingkung ayam.
Jaimin kemudian melakukan ritual membakar kemenyan dan kondangan di ruangan sisi utara masjid Tiban. Ketika ditanya meminta kepada siapakah dia meminta? Jaiman menjawab meminta kepada Mbah Baweh.
“Saya meminta dilancarkan pekerjaan kepada mbah Imam Baweh, yang punya masjid ini,” ujarnya. Seusai membakar kemenyan Jaimin menaruh sedekah nasi putih dan ceker (kaki) ayam, brutu ayam di selembar daun jati di dekat kemenyan. (N420)

