INFWONOGIRI.COM-NASIONAL- Hampir seribuan pelajar, pemuda dan orang tua di wilayah Kecamatan Slogohimo, berkumpul di aula SMAN 1 Slogohimo, belum lama ini. Mereka ingin bertemu dengan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar utusan dari Dapil Jateng 4 Wonogiri, Karanganyar dan Sragen Hj. Endang Maria SH.MHum.
Anggota Komisi IX ini hadir menjadi pembicara sosialisasi dan dengar pendapat empat pilar kebangasaan. Yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tantangan bangsa ini, kedepan kian komplek dan sungguh berat.
Wakil rakyat berlatar aktifis LSM pembela perempuan dan anak ini membeberkan pentingnya anak muda memahami geopolitik asimetris. “Geo politik adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri, lingkungan, yang berwujud Negara kepulauan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tandas Endang.
Indonesia adalah salah satu dari 19 negara menjadi sasaran “perang geopolitik asimetris”. Akibat situasi politik, kerusuhan/kekacauan sosial, korupsi, isyu hak asasi manusia (HAM), terorisme, teknologi dan budaya yang datang dari luar negeri. Namun sering kali penduduk bangsa itu sendiri tidak menyadari.
Endang menyontohkan, penggunaan teknologi komuniaksi dan informasi bagi anak dan remaja, sesungguhnya ancaman jatidiri bangsa. “Anak dan remaja di Amerika dan negara-negara modern, justru tidak menggunakan HP dan android. Sebaliknya di sini, remaja bahkan anak anak pegangannya HP dan android,” kata Endang.
Contoh lain bahaya geopolitik asimetris bagi keutuhan NKRI adalah extasi, narkoba dan seks bebas, sex homosex (kaum gay), dan lesbian, dan termasuk idelogi agama dari luar negeri. “Sex bebas, dan narkoba itu sangat bertentangan dengan agama dan Pancasila, dan mengancam keutuhan NKRI,” tandas Endang.
Sasaran utama geopolitik asimetris adalah anak dan kawula muda. Karena itu, orang tua, tokoh agama dan masyarakat harus selalu membekalinya dengan ilmu agama dan budaya. Maju atau mundurnya bangsa ini sangat tergantung kepada pemuda. Jadilah pemuda tangguh dan unggul. “Bekalilah pemuda dengan agama dan akhlak mulia,” katanya. (baguss).

