
infowonogiri.com – BULUKERTO –
Misalnya, Waluyo (38) seorang warga Desa Nadi yang berprofesi sebagai petani. Dia membantu tetangganya memanen padi. Saat memetik padi jari waluyo tergigit ular. Sedangkan temanya langsung mencari tali dan mengikat pergelangan tanganya dengan tujuan agar racun tidak tersebar. Dengan cekatan temanya bernama Sutris (45) tetangganya, mengantarkan korban ke RS Anggraini. Di sana dokter Anggraini sedang tidak ada di tempat. Korban ditangani oleh perawat. Setelah ditensi, Waluyo disuruh tidur terlentang. Tali ikatanya dilepas oleh perawat. Setelah itu pergi beberapa menit. Setelah kembali ternyata mengabil obat. Jari tangan waluyo dirobek memakai pisau. Kemudian menekan jari tangan yang tergigit ular. “Dari bekas gigitan itu keluar darah matang,” kata Waluyo.
Kemudian Waluyo diperbolehkan pulang. Namun sampai di rumah, lengan tangan Waluyo membengkak. Dia mengira efek dari obat. Iapun tetap rajin mengkonsumsi obat sesuai resep sang perawat. Selang tiga hari badannya membengkak. Kondisi tersebut dialami selama seminggu. Kemudian perutnya membuncit. Akhirnya Waluyo diantarkan berobat ke RS Amal Sehat Slogohimo. Dokter setempat menyarankan agar dirujuk ke RSUD Wonogiri. Setelah opname selama 4 hari kondisi Waluyo membaik. Namun sampai kini Waluyo tidak tahu jenis ular apa yang menggigit jarinya.[Rama]

