
infowonogiri.com – WONOGIRI – Warga lingkungan Jatirejo Kelurahan Wonoboyo Kecamatan Wonogiri hampir sebulan ini resah. Keresahan itu dipicu munculnya kotoran ayam yang diduga muncul dari kandang peternak ayam di lingkungan setempat.
Keresahan warga tidak hanya dirasakan warga penduduk setempat, tetapi sejumlah anak-anak sekolah pun resah. Terpaksa anak anak sekolah dasar mengenakan maskes agar tetap bisa mengikuti pelajaran. Seperti yang dilakukan oleh 85 siswa SDN 2 Wonoboyo.
“Jarak kandang ayamnya tidak jauh dari sekolah, hanya sekira 30 meter, otomatis baunya sampai sini. Apalagi yang dekat, pasti bau,” ujar Antok salah satu warga setempat. Kaena itu warga meminta agar kandang ayam tersebut tidak dioperasikan, atau dipindah.
Kepala SDN II Wonoboyo, Mahmud Yunus meyakini bau busuk itu datang dari kandang ayam yang berada di dekat sekolahan. Bau itu dapat dirasakan dari ruang kelas I, II dan IV. Karena ruangan tersebut paling dekat dengan kandang ayam.
Siswa kelas I. II dan IV setiap hari mengenakan masker untuk mengurangi bau busuk. Selain itu warga takut, kalau terserang firus flue burung (AI). “Beberapa wali murid yang menjemput anaknya, muntah-muntah. Gurunya juga pakai masker kalau pas ngajar,” katanya.
Mahmud mengatakan telah melaporkan ke Puskesmas I Wonogiri. Petugas Puskesmas telah datang memberikan obat cacing untuk anak anak SD, Kamis (10/1) kemarin. Petugas kembali lagi Jumat (11/1) untuk memeriksa dampak bau kotoran ayam itu.
Terpisah pengelola peternakan ayam di dekat SDN II Wonoboyo, berinisial S, belum dapat dikonfirmasi. Seorang perempuan yang mengaku sebagai keluarganya mengatakan, kandang ayam tersebut sudah berijin sebelum didirikan. Warga melalui pengurus RT juga sudah mengijinkan.
Warga melalui pengurus RT juga sudah mengijinkan. Karena itu ternak ayam petelur sebanyak 2.600 ekor itu dipelihara di situ. [[email protected]]


untuk skala usaha rumah tangga dg jml 2.600 ekor sebenarnya masih termasuk usaha kecil dan tentunya yang namanya ternak tetap akan menghasilkan kotoran (telek) yg dapat mengganggu kenyamanan lingkungan. Walau sudah berijin sekalipun (ijin lingkungan) namun polusi bau tidak sedap tetap akan sampai kemana-mana tanpa dpt dicegah, mungkin hanya dapat dikurangi dg perlakuan tertentu. Begitulah realita yg harus ditanggung dan dihadapi oleh peternak skala kecil. Andai punya modal besar tentunya akan mengusahakan dg jml ayam banyak dan lokasinya mungkin di daerah yg jauh dari pemukiman penduduk. Untuk itu kami menghimbau nantinya ada solusi untuk mengurangi bahkan mencegah polusi bau.
appun ternak, apabila sudah masuk di lingkungan pasti juga menimbulkan dampak. mestinya yang memberi iin hars diperiksa mengingat dekat dengan layanan publik/SD dan tempat untuk mendidik anak2 bangsa pabila terganggu pendidikannya maka hasilnya uga tidak maksimal.