Dirjen Kementerian Pertanian | Foto Merry
Dirjen Kementerian Pertanian | Foto Merry

infowonogiri.com – NGUNTORONADI – Dirjen Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kunjungan kerja ke Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi, (7/9) dengan tujuan ingin melihat langsung pelaksanaan P2KP (Program Penganekaragaman dan Ketahanan Pangan) yang dicanangkan 2011 lalu.

Rombongan dipimpin oleh Sekretaris Badan Ketahan Pangan Hermanto. Ia mengunggkapkan, Desa Semin dikunjunginya, karena warga Desa setempat berhasil membudidayakan tanaman pangan di lingkungan pekarangan rumahnya.

Antara lain tanaman sayuran, buah-buahan, empon empon dan berternak unggas maupun ikan air tawar. Selain itu warga setempat juga berhasil memanfaatkan ketela pohon sebagai bahan pokok makananm, yang disebut tiwul. Tiwul kini telah menjadi menu makan pokok pengganti nasi. Warga setempat wajib makan tiwul pada Senin dan Kamis, setiap sepekannya.

Warga setempat mengembangkan tanaman-tanaman tersebut di pekarangan rumah. Antara lain tanaman sayuran ditanam dengan menggunakan pot, polybag, dan kaleng bekas. Berkat ketekunan warga setempat, Desa Semin memenangkan lomba ketahanan pangan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengan. Rencananya Desa Semin akan mewakili Jateng ke tingkat Nasional.

Apa yang dilakukan warga Desa Semin, merupakan upaya untuk menekan konsumsi beras, dan menjaga stabilitas pangan Nasional. Sebab stok beras di Indonesia kian menipis. Program P2KP merupakan program nasional yang rencananya akan diberlakukan di seluruh kabupaten/kota.

Tiwul sebagai alternatif pengganti beras dinilai memenuhi standar sebagai bahan makanan pokok. Kandungan vitamin maupun protein tiwul cukup memenuhi kebutuhan gizi. Seperti dikemukakan oleh Ir. Jhon Hardi Mp staf Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan RI, turut bersama rombongan.

Ia menyarankan agar warga tidak perlu merasa gengsi atau malu untuk mengkonsumsi tiwul. “Karena dari situlah kita bisa melakukan penghematan nasional tanpa mengurangi baku mutu kebutuhan gizi kita sehari-hari,” katanya.

Terpisah Camat Nguntoronadi, Joko Susilo mengatakan bahwa warga Semin merupakan daerah terisolir. Cukup jauh dari dari Kota Kabupaten dan juga jauh dari Pasar Tradisional. Berkat Program P2KP warga Desa Semin kini tidak perlu susah payah pergi ke pasar untuk mencari kebutuhan pokok. Karena warga setempat kini terbukti mampu menjadi Lembaga Desa Pangan Mandiri (LDPM).[[email protected]]

By Redaksi

6 thoughts on “Desa Semin Nguntoronadi Terbukti Sebagai Desa Mandiri”
  1. Wahaha. . .muangstabh!!!
    Lurah karo Kepala ne bapak e kancaku, melu bangga karo bungah. . .Buat Pak Sumaryanto dan Pak Jotho Selamat anda adalah pemimpin yang baik dan mendapati warga yang baik pula, tingkatkan!!!

  2. Saya sangat ingin bisa datang dan belajar banyak dengan desa Semin ini. Camat NGuntoronadi saat ini, Bapak Hery Indrastyono (Camat Karangtengah 2011-2013) suda mengundang saya tuk datang. Semoga bisa segera terwujud. Amiin

Tinggalkan Balasan