
infowonogiri.com -WONOGIRI – Empat buku pengayaan pelajaran sekolah yang beredar di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Wonogiri, dinilai berisi pesan pesan yang dapat merusak moral anak didik. Bahkan sebagian berisi tulisan yang mengandung “saru”grafi dan melanggar suku agam ras dan antar golongan (SARA).
Keempat judul buku yang ditemukan di Perpustakaan di SD swasta di Wonogiri dan SDN di Purwantoro itu adalah buku yang berjudul “Ada Duka Di Wibeng” penulis Jazimah Almuhyi penerbit Era Adi Citra Intermedia (AECI), “Tambelo, Kembalinya Si Burung Camar” penulis Radhite K penerbit AECI, “Tambelo, Meniti Hari Di Etaqwa” yang merupakan lanjutan buku berjudul “Tambelo Kembalinya Si Burung Camar,” dan “Tidak Hilang Sebuah Nama” penulis Galang penerbit AECI.

“Buku buku itu melecehkan agama tertentu, menyinggung soal jilbab. Disinyalir mengandung “saru”grafi. Bahkan ada pernyataan kawan yang menyimpulkan buku buku itu berbahaya dan terbukti sangat melecehkan agama. Ada kawan yang meminta agar buku buku itu tidak dipinjamkan ke siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Drs H Siswanto, didampingi stafnya Wardi, Rabu (13/6) kemarin.
Menindaklanjuti temuan buku buku tersebut, Dinas Pendidikan telah membentuk tim teknis untuk meneliti dan menelaah isi buku. Tim teknis terdiri dari guru dan kepala sekolah. Sebelum tim teknis selesai menelitinya, Dinas pendidikan telah memerintahkan agar buku buku tersebut diamankan pihak sekolah dan memerintahkan agar buku buku tersebut tidak dipinjamkan kepada anak-anak didiknya.
Namun dari beberapa pihak yang merasa telah membaca bukunya, muncul dua pendapat yang berbeda. “Ada dualisme yang berbeda. Ada yang mengatakan isi buku itu tidak apa-apa sebagai bahan bacaan. Di sisi lain berpendapat isi buku itu membahayakan,” tambah Siswanto.
Menurut Siswanto keempat buku buku tersebut telah mendapatkan lisensi dari forum badan pengawas penerbit buku di Jakarta, yang dicantumkan pada sampul buku. “Saya teruh berprinsip jangan sampai buku-buku ini meracuni anak. Hasil dari tim nantai akan kami laporkan ke Pemerintah Pusat,” pungkasnya.[[email protected]]

