{"id":15335,"date":"2013-02-09T08:35:11","date_gmt":"2013-02-09T01:35:11","guid":{"rendered":"http:\/\/www.infowonogiri.com\/?p=15335"},"modified":"2013-02-09T08:35:22","modified_gmt":"2013-02-09T01:35:22","slug":"bksda-kembali-titipkan-satwa-ke-taman-satwa-taru-jurug","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infowonogiri.com\/?p=15335","title":{"rendered":"BKSDA Kembali Titipkan Satwa ke Taman Satwa Taru Jurug"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_15336\" aria-describedby=\"caption-attachment-15336\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"http:\/\/www.infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/gajah-di-taman-jurug.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-15336\" alt=\"Binatang gajah menjadi ikon di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo \" src=\"http:\/\/www.infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/gajah-di-taman-jurug-300x199.jpg\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/gajah-di-taman-jurug-300x199.jpg 300w, https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/gajah-di-taman-jurug-342x227.jpg 342w, https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2013\/02\/gajah-di-taman-jurug.jpg 550w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15336\" class=\"wp-caption-text\">Binatang gajah menjadi ikon di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">infowonogiri.com \u2013 SOLO \u2013 Setelah Kirno, orang utan yang dikarantina akibat kekerasan dan penganiayaan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) kembali menitipkan satwa di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Semua satwa itu terdiri dari tiga ekor merak, satu ekor rusa, dua ekor landak, satu ekor elang dan satu ekor kakatua jambul kuning.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinaror Lapangan Bagian Konservasi TSTJ, Wiyono, mengatakan sebagai kawasan konsevasi dalam dua bulan terkhir TSTJ mendapatkan satwa titipan BKSDA. Ia mengatakan, satwa yang dititipkan itu didatangkan secara bertahap. \u201cKali ini satwa yang dititipkan di sini (TSTJ) merupakan sitaan dari objek wisata Waduk Gajah Mungkur beberapa waktu lalu,\u201d katanya kepada wartawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wiyono mengatakan semua satwa yang ditangkan itu dalam kondisi baik dan sehat. \u201cSekarang ini semua satwa ditempatkan di kandang khusus untuk membantu penyesuaian diri dengan lingkungan barunya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Direktur TSTJ, Lilik Kristianto mengatakan sebagai kawasan konservasi, pihaknya masih mengalami kesulitan dalam hal kandang. Mengingat banyaknya satwa yang dititipkan. \u201cSaat ini kami masih kesulitan untuk menempatkan kakatua jambul kuning. Karena kandangnya ini rawan rusak akibat cakaran kakatua,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan, semua satwa yang dititipkan itu statusnya sementara. Kalau pun nanti menjadi titipan tetap, pihaknya siap untuk memelihara dan merawat semua satwa itu.\u00a0 Disinggung masalah pemeliharaan dan makan satwa, Lilik mengatakan semua ditanggung sepenuhnya oleh TSTJ. \u201cSelain satwa-satwa itu, BKSDA juga memindahkan gajah dan buaya,\u201d pungkas Lilik.(bib@infosoloraya.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>infowonogiri.com \u2013 SOLO \u2013 Setelah Kirno, orang utan yang dikarantina akibat kekerasan dan penganiayaan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) kembali menitipkan satwa di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Semua satwa itu terdiri dari tiga ekor merak, satu ekor rusa, dua ekor landak, satu ekor elang dan satu ekor kakatua jambul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15336,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-15335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15335"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15335\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}