{"id":14082,"date":"2012-11-27T20:30:57","date_gmt":"2012-11-27T13:30:57","guid":{"rendered":"http:\/\/www.infowonogiri.com\/?p=14082"},"modified":"2012-11-27T17:36:03","modified_gmt":"2012-11-27T10:36:03","slug":"jumlah-kematian-itik-di-jateng-jatim-dan-diy-mencapai-3-275-ekor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infowonogiri.com\/?p=14082","title":{"rendered":"Jumlah Kematian Itik di Jateng Jatim dan DIY Mencapai 3.275 ekor"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_14084\" aria-describedby=\"caption-attachment-14084\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/www.infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/ternak-itik.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-14084\" title=\"ternak itik\" src=\"http:\/\/www.infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/ternak-itik-300x199.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/ternak-itik-300x199.jpg 300w, https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/ternak-itik-342x227.jpg 342w, https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/ternak-itik.jpg 550w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14084\" class=\"wp-caption-text\">Jumlah Kematian Itik di Jateng Jatim dan DIY Mencapai 3.275 ekor | Foto Infoternak<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">infowonogiri.com &#8211; WONOGIRI &#8211; Sementara, Hasil dari pendataan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta yang meliputi wilayah kerja DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menemukan kematian itik SEBANYAK 3.275 ekor dari total jumlah itik yang dilaporkan sakit sebanyak 8.325 ekor (39,3 persen). \u201cKami terima dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi,\u201d katanya.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah itik yang sakit tersebar di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Pekalongan, Yogyakarta, Bantul, dan Blitar. Lalu-lintas unggas cenderung menjadi penyebab meluasnya flu burung pada itik. <em><strong>\u201cKami akan segera menyurati semua Kecamatan agar mengawasi lalu-lintas unggas,\u201d<\/strong><\/em> lanjutnya.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Widodo mengatakan untuk kasus di Desa Semin hingga kini masih dilakukan pemantauan kesehatan warga sekitar kandang serta pemilik dan pengelola kandang. \u201cMasa inkubasi virus tujuh hari, pengawasan kami lakukan selama dua kali masa inkubasi. Jika ada satu warga yang pilek tetap ditanggapi meski pilek biasa,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara agar virus flu burung tidak meluas, masyarakat diminta membakar unggas yang mati sebelum dikubur. Virus flu burung baru mati jika terkena panas diatas 40 derajat celcius selama tiga jam. Pada suhu 60 derajat bahkan hanya hitungan detik. \u201cJika dikubur bisa saja bangkai dibongkar anjing. Anjingnya bisa terserang,\u201d tandas dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekedar informasi\u00a0 di Wonogiri kasus flu burung yang menyerangh manusia terjadi pada tahun 2007 dan 2008. Dua korban meninggal adalah anak-anak. Pada tahun 2010 dilaporkan ada dua warga dikabarkan terserang firus flu burung, setelah diperiksa \u00a0ternyata negatif.[bagus]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>infowonogiri.com &#8211; WONOGIRI &#8211; Sementara, Hasil dari pendataan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta yang meliputi wilayah kerja DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menemukan kematian itik SEBANYAK 3.275 ekor dari total jumlah itik yang dilaporkan sakit sebanyak 8.325 ekor (39,3 persen). \u201cKami terima dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi,\u201d katanya.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14084,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-14082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14082"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14082\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}