{"id":12856,"date":"2012-09-12T16:02:31","date_gmt":"2012-09-12T09:02:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.infowonogiri.com\/?p=12856"},"modified":"2012-09-12T11:46:27","modified_gmt":"2012-09-12T04:46:27","slug":"marjuni-profile-ketua-gapoktan-dan-asgapro-jateng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infowonogiri.com\/?p=12856","title":{"rendered":"Marjuni , Profile Ketua Gapoktan dan Asgapro Jateng"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_12857\" aria-describedby=\"caption-attachment-12857\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/www.infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Marjuni-Profile-Ketua-Gapoktan-dan-Asgapro-Jateng1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-12857\" title=\"Marjuni Profile Ketua Gapoktan dan Asgapro Jateng\" src=\"http:\/\/www.infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Marjuni-Profile-Ketua-Gapoktan-dan-Asgapro-Jateng1-300x199.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Marjuni-Profile-Ketua-Gapoktan-dan-Asgapro-Jateng1-300x199.jpg 300w, https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Marjuni-Profile-Ketua-Gapoktan-dan-Asgapro-Jateng1-650x433.jpg 650w, https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Marjuni-Profile-Ketua-Gapoktan-dan-Asgapro-Jateng1-342x227.jpg 342w, https:\/\/infowonogiri.com\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Marjuni-Profile-Ketua-Gapoktan-dan-Asgapro-Jateng1.jpg 1306w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-12857\" class=\"wp-caption-text\">Marjuni Profile Ketua Gapoktan dan Asgapro Jateng | Foto Bagus<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">infowonogiri.com &#8211; SELOGIRI &#8211; Pipinya sudah kempot. Saat berbicara, beberapa giginya terlihat ompong. Usianya, memang sudah tua. Umur memang sudah mencapai 80 tahun. Dialah Marjuni. Warga Desa Nambangan 1\/1 Kecamatan Selogiri<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marjuni adalah Ketua Gapoktan \u201cDaya Guna Kaya\u201d Selogiri. Marjuni juga sebagai Ketua Asosiasi Gapoktan Provinsi Jawa Tengah (ASGAPRO). Baik sebagai Ketua Gapoktan Daya Guna Kaya maupun Ketua Asgapro, tugasnya mencari informasi harga padi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya ini sudah tua, tapi masih dipercaya sebagai Ketua Gapoktan Daya Guna Kaya. Di Jawa Tengah juga dipercaya sebagai ketua Asgapro,\u201d katanya saat ditemui di halaman kantor Daya Guna Kaya usai menyambut kedatangan Dirjen Kementan, akhir pekan lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Marjuni menjelaskan, pekerjaan mencari informasi ternyata tidak mudah. Setelah mendapatkanpun, ternyata informasi itu amanah. Amanah itu harus disampaikan dengan benar, jangan sampai pesan disampaikan dengan tidak benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika pesan disampaikan tidak benar maka akan mengakibatkan terjadi miskomunikasi, ketidakpahaman dan bahkan bisa terjadi \u201cdistorsi\u201d informasi. Karena itu, Marjuni berusaha selalu menyampaikan informasi dengan baik dan benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai tokoh petani informasi yang dicari Marjuni adalah, harga padi, harga beras, harga hasil bumi. Tidak hanya di Wonogiri tetapi di seluruh bumi pertiwi bahkan sampai ke negeri tetangga, seperti ke Malaysia Berunai Darusalam, Kamboja, Filipina dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya sering mencari informasi, di Malaysia punya apa?, orang Malaysia butuh apa? misalnya butuh padi, butuh kunir, butuh jahe lalu kita sampaikan ke anggota Gapoktan. Ini ada pesanan dari Malaysia butuh kunir kering satu ton, dan seterusnya,\u201d kata Marjuni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Kabupaten\/Kota, Marjuni juga sering mencari informasi hasil \u00a0bumi dari Kabuaoten Cilacap dan Banyumas dan sekitarnya. \u201cAsal harganya tidak merugikan petani kita tawarkan ke petani, kalau merugikan petani, tidak kita tawarkan,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Marjuni mengemukakan, bahwa dibentuknya Gapoktan dan Asgapro adalah dalam rangka menjaga stabilitas harga hasil bumi agar tidak dipermainkan tengkulak. Upaya yang dilakukan antara lain, membeli hasil petani saat panen raya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat sedang tidak musim panen, kita bisa menjual ke petani dengan harga murah. Sehingga harga hasil bumi bisa dikendalilkan petani sendiri, bukan oleh orang lain. Sehingga distribusi dan cadagan pangan dapat dikendalikan sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Gapoktan maupun Asgapro, menurut Marjuni juga pernah mendapat dua kali dana stimulan Rp.150 juta dan Rp.75 juta, dari pemerintah Kabupaten dan Provinsi. Antara lain untuk membeli gabah ke petani pada saat panen raya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat paceklik gabah tersebut kembalikan ke petani dengan cara dipinjamkan. kem ke petani 7,5 ton dipinjamkan, kemudian petani wajib mengembalikan pada saat panen raya. Sehingga, dengan pola tersebut, petani merasa tertolong, karena tidak keberatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian setiap anggota (petani) diwajibkan membayar iuran ke lembaganya. Bagi petani yang memiliki sawah <em>sebau<\/em> (sekira 100 meter) iuran Rp.200 ribu, bagi yang setengah bahu dimintai iuran Rp.100 ribu, dan seterusnya sampai tersempit Rp.50 ribu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dana iuran itu tidak untuk pengurus. Tetapi juga kembali untuk anggota petani. Antara lain baru baru ini membangun saluran irigasi, dan membantu kelaurga petani miskin. \u201cBiar petani senang bersodakoh, itu baik\u201d katanya didampingi anaknya Muhtadi.[bagus@infowonogiri.com]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>infowonogiri.com &#8211; SELOGIRI &#8211; Pipinya sudah kempot. Saat berbicara, beberapa giginya terlihat ompong. Usianya, memang sudah tua. Umur memang sudah mencapai 80 tahun. Dialah Marjuni. Warga Desa Nambangan 1\/1 Kecamatan Selogiri<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12857,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-12856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12856\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}