{"id":1191,"date":"2010-12-07T22:48:21","date_gmt":"2010-12-07T15:48:21","guid":{"rendered":"http:\/\/radiogglink.com\/?p=1191"},"modified":"2011-06-15T18:59:40","modified_gmt":"2011-06-15T11:59:40","slug":"labuhan-ageng-larung-sesaji-tetap-digelar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infowonogiri.com\/?p=1191","title":{"rendered":"Labuhan Ageng Larung Sesaji Tetap Digelar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Calibri; font-size: small;\"><span style=\"font-family: Calibri;\"><a class=\"highslide\" onclick=\"return vz.expand(this)\" href=\"http:\/\/radiogglink.com\/wp-content\/uploads\/2010\/12\/sembukan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-1193\" title=\"sembukan\" src=\"http:\/\/radiogglink.com\/wp-content\/uploads\/2010\/12\/sembukan-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a><\/span><\/span>infowonogiri.com-<span style=\"font-family: Calibri; font-size: small;\">WONOGIRI-Tradisi  tahunan Larung Ageng melarung sesaji tetap digelar oleh Bupati Wonogiri  di Pantai Sembukan di Kecamatan Paranggupito Senin sore (6\/12) kemarin.  Labuhan ageng dengan melarung sesaji tetap dilaksanakan, namun sesaji  yang dilarung tahun ini diganti dengan ingkung ayam kampung dilengkapi  nasi tumpeng dan hasil bumi, bukan kepala sapi seperti yang pernah dilakukan  oleh para pendahulunya.<!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Calibri; font-size: small;\">Namun  langkah bupati tidak melarung kepala sapi tidak didukung masyarakat.  Indikasinya upacara melabuh kepala sapi dilaksanakan terlebih dahulu  oleh warga masyarakat setempat pada malam hari sebelumnya, Minggu malam  kemarin, sebelum digelar pentas wayang semalam suntuk. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Calibri; font-size: small;\">Mengenai  langkah warga setempat, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto tidak melarang  kegiatan melabuh kepala sapi tersebut. \u201dLabuhan ageng yang digelar  pemerintah Kabupaten diganti ingkung dan yang dilabuh hasil bumi. Akan  tetapi bila warga sekitar meyakini dengan prosesi yang lama tidak apa-apa.  Ini masalah keyakinan saja,\u201d kata Bupati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Calibri; font-size: small;\">Warga  setempat menilai, sebagian tidak sependapat dan sebagian lain menyayangkan  kebijakan Bupati Danar.\u00a0 \u201dMenurut saya jadi kurang gayeng mas.  Pendapatan pedagang pasti turun, mas,\u201d ujar Sukinem (45) pedagang  aneka makanan. Sementara tokoh pemuda Muhammad Sarengat menyatakan tidak  setuju dan menilai kebijakan bupati terkesan lucu, tidak jelas dan tidak  tegas. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Calibri; font-size: small;\">\u201dLucu,  tidak melarang tidak menfasilitasi, namun melarung sesajinya tetap dilaksanakan.  Itu sama saja. Tidak ada bedanya melarung kepala sapi dengan kepala  ingkung ayam. Itu sama saja dengan yang lama, Cuma beda barang yang  dilarung. Itu tidak jelas, tidak tegas dan terkesan lucu,\u201d\u00a0 kata  Muhammad Sarengat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Calibri; font-size: small;\">Jika  diamati prosesi labuhan juga hampir sama dengan kegiatan larung sesaji  pada tahun tahuns ebelumnya. Prosesnya, ingkung dan ube rampe larung  ageng dikirab terlebih dahulu, lalu diserahterimakan dari tokoh masyarakat  kepada pejabat Pemda Wonogiri, selanjutnya dilarung. Sementara Bupati  hanya menyaksikan prosesi larung ingkung dari jauh tampa turun mengikuti  prosesi di bibir pantai.(bsr)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>infowonogiri.com-WONOGIRI-Tradisi tahunan Larung Ageng melarung sesaji tetap digelar oleh Bupati Wonogiri di Pantai Sembukan di Kecamatan Paranggupito Senin sore (6\/12) kemarin. Labuhan ageng dengan melarung sesaji tetap dilaksanakan, namun sesaji yang dilarung tahun ini diganti dengan ingkung ayam kampung dilengkapi nasi tumpeng dan hasil bumi, bukan kepala sapi seperti yang pernah dilakukan oleh para pendahulunya.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1193,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,5,1],"tags":[260],"class_list":["post-1191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-wisata","category-wonogiri-hari-ini","tag-labuhan-ageng-larung-sesaji-tetap-digelar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1191\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infowonogiri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}