Pengurus Komunitas Porang kabupaten Wonogiri Dilantik

0 534

INFOWONOGIRI.COM-JATISRONO-Dengan makin meningkatnya peminat petani porang, di Kabupaten Wonogiri dibentuk komunitas atau paguyuban petani porang. Namanya Komunitas Perkompulan Petani Penggiat Porang (P3N) Kabupaten Wonogiri.

Ketua Pembina P3N Teguh Subroto melaporkan, pelantikan dilaksanakan Kamis (27/5/2021) di Gedung Serbaguna Kecamatan Jatisrono.

Pada kesempatan tersebut juga diselenggarakan seminar. Materinya “Pembangunan Ekonomi di Era Pandemi dengan Budidaya Porang”. Narasumber dihadirkan para aktifis atau praktisi budidaya porang dari Madiun Jawa Timur.

Hadir pula narasumber dari PT Asia Prima Konjac (PT APK) Caruban Jatim. Perusahaan tersebut adalah penerima produk pertanian Porang. Dan hadir pula Camat Jatisrono dan Kadinas KUKM Kabupaten Wonogiri. Kedua pejabat itu memberikan motivasi dan apresiasi terhadap P3N.

Para peserta adalah petani dan peminat porang dari berbagai daerah, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kepala Desa di Kabupaten Wonogiri.

Menurut Teguh, peserta antusias dan semangat luar biasa atas terbentuknya P3N. Juga merasa senang dengan terselenggaranya kegiatan seminar itu.

“Intinya kami mengajak, selama pandemi ini kita dorong agar petani segera bangkit di bidang ekomomi. Porang peluangnya luar biasa. Permintaan porang masih sangat kekurangan,” katanya.

Saat ini lanjut Teguh, pas momen yang bagus dan tepat. Sebab saat ini petani sedang panen raya di beberapa titik petani porang di Wonogiri.

Situasi itu memotivasi pemerhati Porang dan petani yang belum menikmati hasilnya. Serta info menarik bagi yang belum mencoba bertani Porang.

Menurut Teguh, petani porang yang telah panen sudah dapat menikmatinya. Karena mengalami peningkatan ekonomi luar biasa.

Sementara narasumber dari PT APK mengklaim perusahaan membutuhkan 80 ton/hari. “Tahun depan kita membutuhkan 120 ton/perhari. Itu baru permintaan dari satu perusahaan saja. Masih ada perusahaan lain yang minta porang,” ujar Teguh.

Praktisi porang Didik Suwandi yang juga Kades Desa Klangon Madiun memotifasi peserta. Utamanya kepada pengelola BUMD dan para Kades.

“Di desa sana (Klangon) hampir tidak ada urbanbisasi (perantau) karena mereka bertani dan bisnis porang di desa-desanya. Bahkan perantau berbondong-bondng mudik bertani porang. Karena Porang menjanjikan” tuturnya.

Peserta makin bersemangat tergerak untuk budidaya porang di masing masing desanya. “Data di komunitas P3N, luasan lahan tanam porang di Wonogiri sekitar 400 hektar. Kami ingin masa tanam tahun depan bisa mencapai 1.000 hektar,” kata Teguh.

Melihat eforia para petani yang didominasi kaum miluenial ini Teguh yakin bisa tercapai. Teguh berharap keberadaan P3N di bisa membuat andil menghijaukan lahan di Wonogiri dengan porang, dan membuahkan “emas coklat” yaitu porang. (baguss)

error: Content is protected !!