Kasimun Terus Kerja “Ogah Pensiun”

0 381

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Kasimun SH. Usianya takmuda lagi. Hampir kepala tujuh, 69 tahun umurnya. Meski umurnya terbilang udzur. Naluri dan insting bekerjanya masih sangat tajam.

Ibarat sabit atau golok (sejenis senjata tajam), makin sering digunakan maka makin ter-asah, tajam.

Dulu, Kasimun adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) sebagai Panitera. Istilah sekarang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dulu dinas di Kantor Departemen Kehakiman Jakarta sejak 1971 – 1987. Setelah berganti kelembagaan, Kasimun ditugaskan di Kementerian Hukum & HAM RI. Tugas di Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri

Kasimun pensiun pada Januari 2009. Sejak saat itulah, Kasimun menekuni sebagai seorang lawyer, advovat atau pengacara. ” Saya dapat anggota Peradi sejak sebelum 2008, namun saya tetap menunggu sampai pensiun,” kata penduduk Jaten Selogiri ini.

Kisah memulai karir sebagai pengacara, bermula, dia sering mendapatkan pertanyaan dari masyarakat seputar perkara hukum.

Kasimun merasakan malu, sebagai pensiunan Panitera, jika tidak mampu menjawabnya. Karena itu, dia terus belajar. “Dalam Islam, menuntut ilmu itu wajib, dari mulai ayunan sampai ke liang lahat,” ujarnya.

Kasimun memilih menekuni ilmu perdata hukum Islam (syariat). Ketika itu dia belajar di UNISRI Surakarta.

Alasannya memilih sebagai profesi sebagai advokat, lantaran pekerjaan itu menuntut kecerdasan emosial, spiritual dan independen. Itulah enaknya “bekerja sendiri” dari pada bekerja sebagai “abdi megara”. Abdi negara cenderung menurut apa kata atasan lembaganya.

Enaknya bekerja sebagai advokat yang mandiri dan independen, tidak tergantung pada atasan, dan juga ada kepuasan bathin tersendiri, manakala dapat menyelesaikan perkara tepat dan cepat waktu. Klien senang. Nyaman. Pengacaranya juga senang. “Advokat itu menggali sendiri sesuai illmu yang ditekuninya,” ujarnya. (bagussarengat)

error: Content is protected !!