6 Tahun Perseteruan BPR Syariah SS Vs Nasabah Berakhir Anti Klimak

0 404


INFOWONOGIRI.COM-WONOGIRI-Perseteruan antara Perseroan Terbatas (PT) Bank Perkreditan Rakyat Syariah Sukowati Sragen Cabang Wonogiri atau PD. Bank Syariah Sragen (BSS) melawan nasabahnya, Ari Susanti (Ari) berakhir anti klimak. 


BSS sebagai PENGGUGAT (P) mencabut Gugatannya yang telah terdaftar dengan nomor 60/Pdt.G/2020/PN.Wng di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri. 

Dua pengacara PT BPR Syariah Sukowati Sragen Cabang Wonogiri, Widodo & Salam


Melawan para pihak TERGUGAT Suparman sebagai T1 (eks karyawan BSS), Ari Susanti T2 (nasabah) dan Niken Mardialis Tyaningsih T3 (eks karyawan BSS), semua T beralamat di Kecamatan Wonogiri. 


BSS menyeret tiga orang sebagai Turut Tergugat (TT) yaitu Noor Saptanti (notaris T1), Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Wonogiri (T2), dan Hendardi (T3) alamat di Wonogiri. Para pihak aktif menghadiri tahapan mediasi dan sidang. Kecuali T3. 


Majlis Hakim yang diketuai Lenny Kusuma, dengan hakim anggota Michael L.Y.S Nugroho dan Anita Zulfiani mengabulkan permohonan BSS melalui kuasa hukum Kantor Advokat Satriawan Edo & Co. Timnya yaitu Sri Widodo, Abdus Salam, Muhammad Safrullah Duwillah. 


Penetapan Pengadilan Negeri Nomor 60/Pdt.G/2020/PN.Wng. Setelah membaca, mendengar para pihak dan banyak pertimbangan Majlis Hakim menetapkan: 1) Mengabulkan Permohonan Penggugat2) Menyatakan Perkara tersebut dicabut3) Membebani Penggugat membayar biaya yang timbul dalam perkara tsb, Rp.1.605.000. 

Ari Susanti Tergugat 2 di hadapan majlis hakim PN Wonogiri


Ditetapkan pada sidang tanggal 3 Maret 2021,  dan dicatat bahwa Perkara Perdata dicabut tanggal 8 Maret 2021. Salinan Penetapan diterima pihak T2 pada Jumat (12/3/2021).


Dalam materi gugatan yang diterima Ari, BSS mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan Tuntutan Ganti Kerugian (TGK). Ada 31 dalil hukum untuk menguatkan tuduhannya ke Ari S. 


Janda dua anak ini tercatat sebagai nasabah BSS. Hutang pertama, pokok Rp.110.225.000. Kedua hutang lagi Rp.80.000.000. Pertama dasar Perjanjian Pembiayaan Ijaroh Multijasa. Kedua Pembiayaan Murobahah (PM), keduanya itu dilakukan 2013 silam. 


Utang Ari versi kalkulator pengacara BSS total yang wajib dibayar ke BSS adalah Rp.284.040.000. 

Perinciannya hutang PK Ijarah Multijasa adalah Sisa Pokok Setelah Angsuran (SPSA) Rp.79.894.140. Margin Setelah Discont (MSD) Rp.59.720.860. Biaya Tagihan (BT) Rp.Rp.19.800.000. Jumlah pelunasan 160.840.000. 

Rincian hutang PM SPSA Rp.58.354.798. MSD Rp.43.620.202. BT Rp.1.425.000. Denda 19.800.000. Jumlah total Rp.124.200.000. 
Ari didampingi kuasanya dengan tegas menolak membayar. Lantaran Ari sudah melunasi semua hutangnya pada 2015 silam. Total pelunasan sekira Rp.135 juta. 


Bukti pelunasan adalah dikeluarkannya jaminan SHM nomor 222 a/n Ari Susanti di Bulusari Bulusulur Wonogiri. Juga telah diterbitkan surat pengantar roya ke Notaris Noor Saptanti (TT1). Buktinya lagi SHM itu telah bisa digunakan untuk agunan ke perorangan, ke Hendardi (TT3) dua kali.
Ari juga telah melunasi dua kali hutangnya ke Hendardi. Namun Hendardi tidak berkenan mengurus pengambilan SHM yang tersimpan di Kantor ATR/BPN Wonogiri. 


Belakangan diketahui, Pihak BSS melaporkan telah kehilangan 4 SHM (salah satu diantaranya milik Ari) pada tahun 2016. Sampai sekarang laporan itu “mangkrak” alias tergantung.

Padahal Ari Dkk telah diperiksa di Polres Wonogiri. Berkali. Negosiasi. Bahkan belakangan Ari dianggap berbuat melawan hukum dengan bersekongkol membuat surat pengantar roya palsu bersama T1 dan T2. 


Ari meyakinkan, surat pengantar Roya diterima pegawai BSS. SHM juga diserahkan oleh pegawai BSS. Roya yang menerbitkan juga Notaris. “Logikanya gimana, nasabah ambil SHM sendiri ke brangkas kantor Bank. Lalu buat surat pengantar roya. Mikir” tegas Ari.


Ari menolak semua tuduhan itu. Ari merasa sangat tersinggung. “Sampai kemana proses hukum, kami layani. Suatu saat nanti akan ada serangan balik. Tunggu saja,” tegas Ari.  (baguss)

error: Content is protected !!