Sekolah Tutup, Gak Bisa Jualan, Pedagang Roti Gantung Diri

0 858

INFOWONOGIRI.COM-NGADIROJO-Sejak pandemi Covid 19, sekolah tutup. Tidak ada aktifitas belajar mengajar di sekolah. Situasi itu mengakibatkan roda ekonomi pedagang kecil mandek. Tak berputar.

Seperti dialami Warno (30 th) warga
Dusun Sepang Rt 04 Rw 02 Desa Ngadirojo Lor Kecamatan Ngadirojo Kab. Wonogiri. Diduga tidak kuat kesulitan ekonomi, Warno nekat bunuh diri, Senin (23/11/2020) di dalam rumahnya.

Foto Dok Polsek Ngadirojo

“Kemungkinan masalah ekonomi (korban bunuh diri). Karena biasa jualan roti bakar ke sekolah-sekolah, selama Covid tidak bisa berjualan,” kata Kapolsek Ngadirojo AKP H Subroto SH mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing SIK SH MH.

Peristiwa itu diketahui sekira pukul 10.00 Wib, Senin (23/11/20) di ruang tengah rumah korban. Saksi Ermawati dimintai tolong kakak korban (Wakino) untuk cek korban. Karena sejak pagi setelah antar ibunya (Waginem) ke pasar tidak kelihatan.

Ermawati datang mencari ke mana-mana. Korban ditemukan di kamar tengah dalam keadaa tergantung seutas tali plastik biru. Ukuran panjang 1,5 meter. Taou diikatkan di paku dinding rumah berbahan kayu.

Ermawati berteriak minta tolong. Datang Agus Riyanto dan Wakino (Kakak korban). Lalu dilaporkan ke perangkat Desa Ngadirojo Lor dan ke Polsek Ngadirojo.

Kapolsek telah melakukan olah TKP. Diketahui kedua kaki korban tertekuk menyentuh tanah, luka jerat melingkar di leher dengan seutas tali simpul hidup, luka sekitar 1cm. Panjang ikatan tali dari paku ke leher 60 cm, tinggi simpul tali atas sampai tanah 200 cm.

Tinggi badan korban 160 cm, kulit sawo matang, rambut hitam, keluar cairan sperma dari kelamin, lidah tergigit, mata tertutup, pupil mediazis. Tidak ada tanda tanda penganiayaan. (baguss)

error: Content is protected !!