Kisah Kepala Sekolah SMPN 4 Pracimantoro Nyambi Bisnis Pisang

0 1.407

INFOWONOGIRI.COM-PRACIMANTORO-
Ini kisah petani pisang. Namanya Agus Sumarno. Lebih beken dipanggil Agus Ganteng, di dunia Maya. Juga di komunitas Agus Agus Bersaudara (AAB).

Agus bukan “petani asli”. Karena dia mempunyai profesi sebagai guru. Guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di SMPN 4 Pracimantoro.

Diluar profesi guru, dia “Nyambi” berkebun pisang. Bertani pisang menurutnya relatif mudah. Bibit murah. Jika kreatif bisa mengembangkan sendiri. Yang sulit ketika memulai. Yang asik adalah ketika panen.

Agus memulai bertani pisang Januari 2019. Dia menanam di lahan sendiri seluas 1.000 M2. “Aku tanam 170 batang dengan jarak 2,5 M2,” katanya. Jenis pisang ambon, raja, kepok, gabu, prethel dan lavendish.

Mulai tanam hingga berbuah butuh waktu 10 bulan. Paling cepat, kalau subur, 6 bulan sudah berbuah. Tergantung jenis pisangnya. Asal bibit bagus. Lahan subur. Mulai berbuah hingga panen butuh waktu 4 bulan.

Dari 170 pohon pada tahun pertama, semester pertama pohon yang berbuah mencapai 50% atau 85 pohon.

Bertani pisang diyakini menguntungkan. Agus berhitung. Harga pisang kepok 1 tundun kisaran Rp 100-150 ribu, jumlah 8 – 10 lirang. “Itu harga pisang kepok mentah di kebun. Harga pisang matang mencapai Rp 20 ribu lirang,” kata Agus.

Pisang ambon mentah 1 tundun (8 – 10 lirang) bisa Rp 150 ribu – 200 ribu. Pisang matang 1 lirang Rp 20 ribu – 25 ribu.

Di saat ramai hajatan (sebelum pandemi), harga pisang raja 1 tundun (8 – 10 lirang) mencapai Rp 250 – 300 ribu. Bahkan yang 1 tundun 12 lirang sampai harga Rp 350 ribu.

Jika rerata perpohon/pertundun berbuah 8 lirang dikalikan Rp.25 ribu = Rp.200 ribu x 85 Pohon = Rp.17 juta. Dikalikan dua semester Rp.34 Juta. Ini kotor belum dikurangi biaya bibit dan tenaga kerja serta perawatan. Agus menggarap sendiri lahan seluas itu.

Masih di tahun pertama pada semester kedua jumlah pohon yang berbuah ins Sya Allah lebih banyak. Bisa meningkat menjadi 75%. Karena memang karakter pohon bidang beranak pihak.

“Sepulang kerja atau hari libur punya kesibukan positif. Aktivitas berkebun ini menyehatkan tubuh, juga ada hasilnya. Prinsipnya jangan sampai ada sejengkal tanah yang tidak produktif,” kata Agus Ganteng Aktifis Agus Agus Bersaudara (AAB)Jawa Tengah ini. (baguss).

error: Content is protected !!