Polisi Datang Acara Pembinaan GTT/PTT Jenjang TK, SD & SMP Bubar

0 1.369

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri menggelar acara Pembinaan GTT/PTT Jenjang TK, SD & SMP, Selasa (13/10/2020) di aula Gedung PGRI Brumbung Selogiri Wonogiri.

Acara yang telah berlangsung dua kloter itu diikuti oleh ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Kloter pertama diikuti 247 orang mulai pagi – siang. Kloter kedua diikuti oleh 120 orang, mulai siang – sore.

Pantauan IW, pada kegiatan kloter kedua, dihadiri Kabid PTK Retno Puspitorini sebagai pemateri. Dilanjutkan Kepala Dinas P & K Yuli Bangun Nur Santi sebagai pemateri pula.

Bersamaan Kadinas menyampaikan materi, datanglah tiga anggota polisi itu. Kasat Sabhara Polsekta Wonogiri Darmin menemui panitia penyelenggara. Polisi disambut Retno Puspitorini. Saat itu juga polisi langsung menegur Retno.

Bahwa kegiatan tampa pemberitahuan ke Polsek maupun ke Polres Wonogiri. Bahwa kegiatan itu melanggar Protokol Kesehatan Covid 19. Karena jumlah peserta melampaui batas.

Menurut Darmin maksimal 30 % dari kapasitas gedung. Sedangkan Retno berdalih jumlah peserta tidak lebih 50% dari kapasitas gedung.

Sedangkan informasi yang beredar Pemda Wonogiri membatasi maksimal 100 orang untuk acara Pemerintahan. Untuk acara kepartaian/politik maksimal 50 orang. Sedangkan hajatan maksimal 30 orang.

Beberapa saat kemudian Kepala P & K menyambut dua polisi. Darmin mengatakan bahwa Kapolres menelpon. Intinya mempertanyakan kegiatan tersebut.

“Kapolres menanyakan di Gedung PGRI ada acara apa? Saya jawab, kami tidak tahu ada kegiatan. Di Polsek tidak ada surat pemberitahuan,” kata Darmin. menindaklanjuti perintah Kapolres, tim Sabhara turun cek. Ternyata ada kegiatan.

Tidak lama berselang, di saat anggota Polsek masih menegur panitia, peserta GTT/PTT semburat keluar ruangan. “Acara memang sudah selesai,” kata salah satu staf P & K.

Sementara anggota Polsek yang berpakaian preman melaporkan ke Kasat Sabhara, bahwa acara sebenarnya belum selesai. Tapi langsung ditutup.

Sementara itu Kadinas P & K melarang wartawan merekam pembinaan yang disampaikan Anggota Polsekta terhadap Kadinas P & K. “Jangan direkamlah. Jangan. Jangan,” begitu kata Kadinas. (baguss)

error: Content is protected !!