Penerima Bansos Diklarifikasi Soal Biaya Transportasi Malah Menangis

0 578

INFOWONOGIRI.COM-PARANGGUPITO-17 Orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di Kecamatan Paranggupito telah dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial, terkait biaya transportasi yang diberikan kepada petugas.

Hasilnya dapat disimpulkan. Bahwa para KPM memberikan uang transportasi kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) atas dasar suka rela.

“Semua sudah diklarifikasi Dinsos. Kami menyajikan data dan menfasilitasi. Saat diklarifikasi soal uang transportasi KPM malah menangis. Karena KPM ikhlas memberikannya, kok malah dipermasalahkan. Uang transportasi itu atas inisiatif KPM. Bukan inisiatif TKSK. Semua sudah selesai dan menjadi kebijakan Dinsos,” kata Camat Paranggupito, Sulistyani, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga : Heboh Penerima Bansos KKP Di Paranggupito Dimintai Uang Transportasi

Para KPM menyadari jika pencairan dilakukan sendiri maka biaya transportasi lebih banyak dari pada bersama sama seluruh KPM. Jumlah KPM se Kecamatan Paranggupito ada 17 orang. Masing masing berhak menerima Rp.600 ribu/bln. Pencairan dilakukan tiga bulan sekali.

Bansos tersebut merupakan program Kartu Jateng Sehat / KJS dari Dana APBD Provinsi Jawa Tengah (bukan Bansos dari Kementrian Kelautan dan Perikanan/KKP, red).

Nah alamat KPM tersebar di 7 Desa di Kecamatan Paranggupito. Jaraknya berjauhan satu sama lain. “TKSK itu menjemput KPM di di rumahnya, mengantarkan ke kantor Bank Jateng di cabang Pracimantoro, lalu antar lagi ke rumahnya. Seandainya nyarter mobil sendiri tidak cukup 200 ribu per KPM,” kata Sukatno Kepala Desa Ketos, di mana ada beberapa warganya juga menjadi KPM Bansos KJS ini.

Seperti diberitakan sebelumnya , belasan penerima Bansos dari KKP di Kecamatan Paranggupito dimintai setor uang transporr oleh oknum TKSK. Masing masing Rp.150 ribu. Masalah mencuat karena ada pihak melaporkan. (baguss)

error: Content is protected !!