Kaur Perencanaan Desa Pucanganom Tidak Berniat Memperkaya Diri

0 732


INFOWONOGIRI.COM-GIRITONTRO-Kepala Urusan (Kaur) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Pucanganom Kecamatan Giritontro, Aris Setyadi menyatakan tidak mempunyai niat jahat untuk merugikan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau merugikan negara.


Tindakannya mengalihkan dana bansos dari kartu rekening KPM ke rekening atas namanya, lantaran Aris Setyadi adalah sebagai pemilik atau pihak yang ditunjuk untuk mengelola E-Warung. Atau pihak yang ditunjuk sebagai agen bank. Sekaligus Kaur Kesra.

Lalu apa tujuan memindahkan isi rekening KPM? Aris menjelaskan, pertama; bertujuan mempermudah para KPM mengambil dana bansos sebesar Rp.500.000. Sebab tidak semua KPM bisa mencairkan dana bansos jika di Bank BNI.

Kedua; memperpendek jarak tempuh dari rumah KPM ke BNI. Mengingat di Giritontro, BNI hanya menyediakan Bus Layanan Gerak (BLG). BLG ini tidak setiap hari datang ke Giritontro.

Ketiga, mengingat masih dalam pandemic Covid 19, maka harus menjaga social atau phisikal distanching, sesuai protocol kesehatan. “Saya tidak ada niat jahat ingin menguasai dana bansos itu. Dananya masih ada,” kata Aris.

Faktanya kapan saja KPM mencairkan dana bansos itu Aris dan keluarganya siap melayani. Sebagian sudah diambil. Sebagian sudah diserahkan. Beberapa KPM belum menerima, karena Aris belum sempat menyerahkan keburu opname di RS Maguan Husada.

Sementara KPM yang belum menerima keburu ngecek rekening ke bank BNI dan print rekening Koran. Dari situlah mencuat kabar dana bansos KPM dialihkan ke rekening oknum perangkat desa. Lalu ada pihak yang melaporkan ke polisi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Kurnia Listyarini menjelaskan Bansos Rp.500 ribu di Desa Pucanganom itu bukan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tetapi Bantuan Tunai Non PKH (Program Keluarga Harapan) untuk bantuan terdampak C19 hanya sekali (tambahan).

Baca Juga : Bansos BPNT Untuk 48 Warga Disunat Perangkat Desa Pucanganom Giritontro

Menurut Kurnia, apa yang dilakukan Aris Setyadi tidak melanggar peraturan. Karena Aris Setyadi adalah Perangkat Desa yang ditunjuk sebagai pengelola E-Warung. Pengelola E-Warung adalah kepanjangan tangan Dinas Sosial dan atau agen bank.

Dalam hal pencairan dana Bansos ini, lanjut Kurnia, bisa ambil sendiri (mandiri) ke Bank BNI, Agen Bank, atau ke E-Warung.

Karena itulah, maka agen bank atau e Warung bisa menawarkan dengan dilakukan gesek terlebih dahulu kalau dana tidak siap. Setiap E-Warung itu tersedia mesin gesek, namanya Edisi. Otomatis dana berpindah. “Berarti Pak Aris tidak bersalah,” katanya. (baguss)

error: Content is protected !!