Cek Bansos Pangan Provinsi, Bisa Jadi Kelebihan Takarannya

0 252

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Mulai pekan ini Bantuan Sosial Pangan (BSP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disalurkan, Senin (28/9/2020) sampai 1 Oktober 2020. Cek Takarannya. Bisa jadi kelebihan, atau kurang.

BSP kali ketiga ini dibagikan untuk masyarakat terdampak C19. Penyaluran dilakukan di Kantor Kecamatan masing masing di Kabupaten Wonogiri.

BSP terdiri dari beras 10 kg, telur 1 kg, minyak goreng kemasan 2 liter, kecap 275 mililiter, dan ikan air laut dalam kemasan kaleng.

Pada hari Senin (28/9/2020) di Pendopo Kecamatan Wonogiri, BSP dibagikan kepada kelompok penerima manfaat (KPM) sebanyak 4409 orang. KPM tersebar di 15 Desa / Kelurahan se Kecamatan Wonogiri.

Hari pertama disalurkan untuk empat Desa/Kelurahan: Bulusulur, Giritirto, Wonoharjo dan Wuryorejo. Penyalur BUMDES Badan Usaha Milik Desa) Wahana Artha dan Sendang Pinilih.

Hari kedua untuk Desa/Kelurahan Pokoh Kidul, Giripurwo dan Manjung. Penyalur dari BUMDES Wahana Artha.

Hari ketiga untuk Desa/Kelurahan Giriwono, Wonoboyo, Purwosari, Sendang, dan Wonokarto. Penyalur BUMDES Sendang Pinilih.

Hari keempat untuk Desa Donoharjo, Wonokerto dan Purworejo. Pihak penyalur BUMDES Sendang Pinilih.

Pantauan IW, penyaluran BSP tersebut melibatkan PT Pos Indonesia, TKSK, Tenaga Kesehatan, pekerja dan pegawai Kecamatan selalu fasilitator. Terlihat hadir memantau Sekcam Wonogiri Agus dan Kasi Kesra Philip Sri Hastuti Handayani.

Semua bahan pangan telah dikemas. Kecuali telur. Beras dikemas dengan kresek atau glangsing. Sedangkan telor dibungkus plastik kresek.

Tidak ada petugas melakukan penimbangan atau cek takaran beras maupun telor. Telor hanya dihitung jumlah butiran. Antara 14, 15, atau 16 butir. Tergantung besar kecilnya.

Kasi Kesra tidak bisa menjelaskan soal itu. Namun dia meyakini takaran sudah sesuai. “Tidak mungkin takaran dikurangi,” kata Handayani.

Katanya, Kecamatan hanya pelaksana. Tidak ada kewenangan pihak kecamatan cek barang. Juga tidak ada petugas husus yang cek dan kwalitas barang.

Sementara Anggoro mewakili BUMDES
Bulusulur menyatakan beras sudah ditimbang saat pengemasan. Telor diakui tidak ditimbang. Hanya perkiraan. Namun jika ada kemasan sobek atau pecah langsung ditukar.

“Berat telur 1 kg. Bisa ada yang kurang. Bisa ada yang lebih dari 1kg. Karena dihitung butiran. Yang besar 15 butir. Yang kecil 16 butir,” katanya.

Anggoro sendiri merasa tidak berkenan ketika wartawan mempertanyakan takaran beras. Dia menuding wartawan bersikap tendensius. Namun dia sendiri mengaku tidak tahu jenis berasnya. “Saya tidak tahu jenisnya. Perzak Rp.98 ribu atau Rp.9800 /kg,” katanya. Dikatakan beras itu dibeli dari Gapoktan yang telah kordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri.

Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Wonogiri Kurnia Listyarini melaporkan jumlah BSP ada 50.535 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Kewenangan mengawasi dan mengontrol BSP adalah Gugus Tugas C19Tingkatan. (Baguss)

error: Content is protected !!