Bansos BPNT Untuk 48 Warga Disunat Perangkat Desa Pucanganom Giritontro

0 3.390

INFOWONOGIRI.COM-GIRITONTRO-Teganya. Kejamnya! Oknum perangkat Desa Pucanganom Kecamatan Giritontro Kabupaten Wonogiri diduga telah menyunat atau memotong Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) untuk 48 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ke 48 warga itu beralamat di wilayah RT 03 RW 06 dan di RT 04 RW 06 Wilayah Dusun Kuwang Desa Pucanganom. Seharusnya KPM berhak menerima bantuan sosial masing masing sebesar Rp.500.000 perbulan.

Namun mereka tidak menerima sebanyak itu. Ada yang menerima Rp.250.000 seperti dialami Basuki (47 Th). Ada yang hanya menerima Rp.150.000 seperti dialami Tyas Setyowati (23 Th).

Bahkan parah lagi ada yang nol rupiah (Rp. 0,-) seharusnya menerima, tapi setelah dicek ke bank tempat pencairan, uang telah dicairkan hingga nol rupiah. Seperti dialami Sarti (50 Th).

Berdasarkan informasi dari beberapa warga setempat mengatakan, kasus tersebut terungkap belakangan ini. Kronologisnya, pada tanggal 2 September 2020 anggota KPM dikumpulkan perangkat desa setempat.

Mereka disuruh mengumpulkan kartu yang digunakan untuk mencairkan bansos itu di salah satu perangkat desa. Sosialisasinya, pengambilan akan dilakukan bersama sama di DC2CEL (sejenis minimarket) yang memiliki perangkat E-Warung (warung elektronik) di Pucanganom Giritontro. DC2CEL itu milik Marwanto, warga setempat.

Dijelaskan, misalnya saat pencairan di DC2CEL tidak ada atau nol rupiah, maka pemegang kartu tersebut tidak dapat bantuan. Jika bisa pencairan berarti pemegan kartu dapat bantuan.

Benar ketika dilakukan pencairan, ternyata ke 48 KPM itu tidak menerima utuh. Sedianya mereka menerima utuh @Rp.500 ribu. Nyatanya dipotongi, bahkan ada yang dipotong sampai O rupiah. Modusnya dipindahkan ke rekening oknum perangkat desa.

“Warga tahunya, ketika rame rame ke BRI. Minta print out rekening. Ternyata sudah dicairkan, antara lain modusnya dipindahkan ke rekening perangkat,” kata warga Pucanganom. Tapi, katanya, setelah warga gempar, dana dikembalikan untuk 13 KPM.

Kabarnya Jajaran Polsek telah melakukan penyelidikan menyusul adanya informasi itu. Antara lain memeiksa Camat Giritontro Fredy Sasono. Juga perangkat desa Pucanganom. Camat dicecar sekira 48
pertanyaan. 40 soal terjawab. Delapan pertanyaan terjawab tidak tahu.

Fredy Sasono telah dikonfirmasi melalui tilpon dan percakapan WhatsApp. Namun tidak berkenan menjawab.

Sama halnya sikap Kapolsek Giritontro AKP Ujang Joko Widianto SH. Tidak merespon. Demikian juga Kades Pucanganom dan perangkatnya. (Baguss)

error: Content is protected !!