Sikap Aneh Menjelang Kematian Pendaki Gunung Lawu Asal Wonogiri

0 1.045

INFOWONOGIRI.COM-KOTA- Jurnalis InfoWonogiri (IW) mengunjungi rumah Sabardi (51 th) dan Sayekti (48 th) pada hari Selasa sekira pukul 15.15Wib, (25/8/2020) di Dusun Tulakan RT 02 Rw 14 Desa Wonoharjo Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Sabardi dan Sayekti adalah kedua orang tua Sena Ardi Sanjaya alias Angga (28 th) pendaki asal Wonogiri yang meninggal dunia di Bukit Cemorosewu Pos 2 Gunung Lawu di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Hari itu hari ketiga kematian pria yang bekerja di Perusahaan Pelayaran. Rumahnya full dinding permanen. Didominasi warna biru laut. Dari luar tampak berantakan. Bamboo, kayu dan material tergeletak di halaman rumah.

Di sisi utara terdapat bangunan mushola. Sehingga mengesankan rumah itu terlihat besar. Terlihat ada beberapa sepeda motor diparkir di halaman mushola. Di dalam mushola ada beberapa orang terlihat santai.

Sementara itu di ruang garasi tampak duduk beberapa orang yang sedang menikmati makanan. Kebanyakan perempuan berusia dewasa. Beberapa anak balita tampak rius ke sana kemari. Kemudian mereka mempersilahkan wartawan IW masuk.

Baca berita : Pendaki Wonogiri Meninggal di Puncak Pendakian Cemorosewu Gunung Lawu

“Dari mana mas,” begitu sapa seorang perempuan berkerudung lebar (jubah). Rona wajahnya tampak pucat. Selain tampa mic up, matanya sayu. Kelopak dan bola matanya memerah. Seperti lelah mengalirkan air mata. “Mas dari mana? Saya ibunya Sena (Angga),” kata Sayekti.

Setelah mengetahui maksud kedatangan wartawan IW, Sayekti masuk ke dalam rumah mencari suaminya. Sayekti keluar sendirian. Mulai mengobrol santai. Mengenalkan diri dan nama anaknya. “Anak saya di sini panggilannya Angga. Di tempat lain panggilannya Sena,” tuturnya.

Angga adalah anak pertama dari dua bersaudara. Semua pria. Anak kedua Yumka Pandela Ardi Sanjaya (18 th) pelajar SMK Pelayaran. Angga sendiri telah bekerja selama lima tahun di Perusahaan Pelayaran. Posisi sebagai Perwira Pelayaran Niaga.

Angga sudah lama tidak pulang kampong. Lebaran tidak pulang kampong. Karena C19. Angga pulang menjelang hari raya Idul Adha. Sebelum pulang, ajak orang tuanya yang merantau di Lampung, pulang bersama. Kedua orang tuanya menyusul pulang setelah Idul Adha.

Baru kali inilah Angga bisa bersama kedua orang tuanya di kampung. Selama sebulan lebih Angga banyak bekerja membantu pekerjaan. Renovasi rumahnya. Semua pekerjaan dia terlibat. Setiap hari. Pagi sampai sore hari. Malam harinya istirahat. “Padahal biasanya tidak pernah membantu pekerjaan orang tuanya,” kata Sayekti. (bersambung…) (baguss)

error: Content is protected !!