Pengusaha Wonogiri Tuding Panitera PN Wonosari Bertindak Dzolim

0 321

INFOWONOGIRI.COM -KOTA-Ppengusaha asal Jl A Yani Kerdu Kepik Wonogiri H. Fuad menuding Panitera dan staf Pengadilan Negeri (PN) Wonosari DIY telah berlaku tidak adil dan dzolim.

Perbuatan dzolim itu terjadi dalam perkara sengketa perdata antara H. Fuad berlawanan dengan Disty Amarasakti Kusumaningtyas (DAK) alamat JL Iromejan Gk III/797 Rt 35 Rw 08 Kelurahan Klitren Kec. Gondokusuman Kota Yogyakarta.

Berdasarkan Grosse Risalah Lelang Nomor 470/42/2019 tanggal 10 September atas putusan PN Yogyakarta No 1.7/Pdt.G/2019/PN. Yky tanggal 6 Nopember 2019.

Dalam perkara itu H Fuad adalah sebagai Termohon Eksekusi Pengosongan. H Fuad adalah pemilik Showroom Epica Mobilindo (SEM) di Desa Kepek Kec. Wonosari Kab. Gunungkidul DIY. Sekaligus owner Toko Emas Gajah Putih Wonogiri. bSedangkan DAK adalah Pemohon Eksekusi Pengosongan.

Atas penetapan Ketua PN Wonosari akan dilaksanakan pengosongan terhadap barang tidak bergerak. Yaitu Showroom terletak di Jl KH. Agus Salim. Obyek sengketa itu tanah sertifikat hak milik (SHM) nomor 556 luas tanah 835 M2 pemegang hak DAK.

Adapun pengosongan akan dilaksanakan Rabu (26/8/2020) bertempat di Balai Desa Kepek Kec. Wonosari Kab. Gunungkidul DIY. H. Fuad diminta memgosongkan SEM secara sukarela.

Dalam surat tertanggal 9 Juli 2020, H Fuad diminta hadir di PN Wonosari pada 15 Juli 2020. Karena hak keperdataan H Fuad telah diambil Kurator. Maka H Fuad hadir bersama kuratornya. Sedangkan pemohon ekskusi, DAK hadir bersama ayahnya.

Pada pertemuan itu H Fuad diminta menandatangani panggilan pra eksekusi. Karena sudah dinyatakan Pailit, H Fuad menolak tanda tangan. Kurator ditolak Panitera. Semestinya, kata Fuad, Tim Kurator dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Saya sama istri. Saya disuruh tanda tangan beberapa surat. Lembar teratas isinya menolak, saya tandatangani. Yang lain saya sangsi, tapi saya tandatangani. Saya seperti digendam. Tidak tahu isinya. Saya merasa dijebak. Saya didzolimi sistem peradilan,” kata H Fuad. Untuk itu H Fuad akan melakukan perlawanan ke pengadilan yang lebih tinggi.

Sementara itu tim Kuratornya. M. Syaifudin sudah dikonfirmasi melalui percakapan whatsApp, namun tidak merespon. Meski percakapan telah terbaca. Sementara keterangan dari Sivina PN Wonosari menyampaikan bahwa Panitera lama telah berganti. Saat ini dijabat Sumarmin SH. Sedangkan Ketuanya adalah Eman Sulaiman. Namun belum dapat statmen dari kedua pejabat itu. Meski telah menunggu sejak tanggal 13 Agustus silam. (baguss)

error: Content is protected !!