Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Sinematografi ke Anak-anak Wonogiri

0 66

INFOWONOGIRI.COM-KARANGTENGAH-“Bali Ndeso Bangun nDeso” pernah menjadi jargon Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo – Wakil Gubenur Jawa Tengah Rustriningsih periode 2008-2013. Kini kata “Bali nDeso” menjadi tema Kuliah Kerja Lapangan (KKN) mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta tahun 2020.

Seorang mahasiswi Program Ilmu Komunikasi, Sukma Evi Romadhoni mengenalkan sinematografi dalam bentuk film pendek dan behind the scene kepada anak-anak di Dusun Brenggolo, Desa Jeblogan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, di saat pandemic C19. Program unggulan ini disesuaikan dengan program studinya.

Sukma Evi Romadhoni | Foto Dok Pribadi

Dipilihlah film anak karya Keluarga Hanung Bramantyo dalam channel youtube The Bramantyo’s. Mengusung tema belajar di rumah saat pandemi C19. Film pendek ini menarik antusias anak SD dan SMP di dusun Brenggolo.

Tak hanya melihat filmnya, anak-anak juga diberi pengetahuan mengenai bagaimana proses pembuatan film dengan memperlihatkan behind the scene dan diajak untuk membuat video sinematik bermodalkan smartphone dan tripod. Pertemuan dilakukan 3 kali sepekan. Anak-anak cukup senang. Selalu datang kembali.

“Sangat senang melihat film pendek yang disetel setiap selesai belajar bersama di rumah mbak Evi. Saya jadi ingin datang setiap hari. Selain belajar tentang film, saya juga diajari komputer dan belajar mengerjakan PR. Kalau di rumah malas,” ujar Luki siswa SDN 3 Jeblogan peserta program pendampingan belajar, pengenalan sinematografi dan komputer selama KKN.

Dengan pengenalan sinematografi berupa film pendek ini, diharapkan ada variasi tontonan bagi anak-anak di rumah selama pandemic. Selain menonton televisi yang kadang program tidak sesuai usia anak. Anak juga bisa belajar virus corona dan penyebarannya. Sehingga dapat mengantisipasi persebaran C19.

Sukma Evi Romadhoni | Foto Dok Pribadi

Menyikapi hal itu, Ketua RT 1 Dusun Brenggolo menilai programnya KKN tersebut cukup bagus. Karena dapat meningkatkan minat belajar anak. Tentu dapat mengurangi rasa bosan anak selama belajar online di rumah. Sifat keingintahuan anak-anak sekarang cukup tinggi.


“Terpenting menerapkan protokol kesehatan saat belajar bersama. Agar tidak terjadi kerumunan peserta belajar dibatasi kurang dari 10 anak,” katanya di temui di kediamannya. (rilis/redaksi/sukma)

error: Content is protected !!