Naik Motor Tampa Sarung Tangan Bisa Kena Tilang Lohh

0 1.968


INFOWONOGIRI.COM-KOTA- Hati hati Polisi mulai melakukan razia lagi. Cita citanya ingin menciptakan kondisi keamanan keselamatan ketertiban kelancaran lalulintas. Razia baru digelar lagi pasca Idul Fitri 1441 H di tengah Wabah Covid-19 pada masa kebiasaan baru.

Operasi dimulai Kamis (23/7/2020) dengan Apel Operasi Patuh Candi 2020 di Mapolres Wonogiri. Sasaran pengendara motor R 2, R 4 dan lebih di Wilayah Polres Wonogiri. Ada dua jenis pelanggran yang terancam ditindak tegas polisi.
Yaitu pelanggaran undang undang lalulintas dan pelanggaran protocol kesehatan Covid 19.

Bocorannya, bagi pemotor yang tidak mengenakan sarung tangan bisa ditilang. Kapolres AKBP Christian Tobing S.IK,MH,M.Si mengingatkan agar masyarakat mematuhi.


“Tujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, menekan angka pelanggaran lalu lintas, dan untuk keselamatan pemotor itu sendiri,” kata Kapolres dikutip Kasubag Humas Iptu Suwondo SH didampingi Paur Iwan S.


Operasi Patuh Candi 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya tidak hanya menertibkan pelanggar lalin, tapi juga protokol kesehatan. Operasi digelar selama 14 hari, mulai 23 Juli sampai 5 Agustus 2020 serentak di seluruh Indonesia.


“Karena operasi dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Penindakkan pelanggar lalu lintas sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Petugas utamakan pencegahan dan edukasi lebih dahulu. Mulai teguran, sosialisasi ajakan taati aturan lalu lintas. Gunakan masker. Phisical distancing, juga memakai sarung tangan saat bermotor,” tegasnya.
Ada tiga prioritas sasaran. Planggaran helm.

Lawan arus. Kelengkapan kendaraan. Ditambah dengan 1 pelanggaran dominan masing-masing Polres. Dilakukan secara humanis, persuasif dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru.


Tetaplah fokus pada kebijakan pemerintah, dalam rangka mendisiplinkan masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas juga untuk mengikuti protokol kesehatan.


Operasi mengedepankan tindakan preemtif 40%. Preventif 40%. Penegakan hukum 20%. “Jadi tidak seperti operasi ketupat kemarin, tidak melakukan penindakan. Dalam operasi patuh ini, bisa ditindak seperti pelanggaran yang berpotensi terjadi kecelakaan,” tambahnya.

error: Content is protected !!