Hanya Polisi Yang Berani Menantang Jekek

0 3.928


INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Jika, Joko Sutopo alias Jekek tidak mengundurkan diri sebagai Bakal Calon Bupati (Balon) PDI-Perjuangan, maka akan ada satu penantang pada Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Wonogiri 2020, pada 9 Desember mendatang.

Satu satunya yang berani menantang Jekek hanya KH. Hartanto SH.MH. Purnawirawan Polri domisili di Slogohimo ini akan mencalonkan sebagai Balon Bupati duet dengan Balon Wabup Drs. Joko Purnomo, mantan Ketua KPU Provinsi Jateng satu periode dan Ketua KPU Wonogiri dua periode.
(Baca; rekam jejak Kandidat Balon Bupati Penantang Jekek).

Munculnya Harjo akronim dari Hartanto – Joko Purnomo ini, tidak diperkirakan. Balon Harjo dianggap nutrisi yang mampu menyehatkan demokrasi di Wonogiri. Sebab, dahulu politikus memerkirakan, Jekek tampa lawan. Munculah narasi Jekek akan “diadu” dengan “kotak kosong”.

Kini peta politik berubah. Pasca Jekek menyatakan -di sejumlah media-, akan mundur sebagai Balon Bupati PDI-P jika Pilkada digelar 9 Desember, lantaran Covid 19, tiba tiba menyeruak Balon Harjo. Padahal Harjo bukan kader Parpol. Bukan Boneka. Bukan Wayang.

Kepastian pencalonan Balon Harjo disampaikan dalam forum wedangan bersama pengurus Parpol Non Kursi (PNK) dewan, Senin (29/6/2020) di RM Kuliner Regeng Ndalu Wonogiri. Balon Harjo datang lengkap, bersama tim konsultannya, Agus.

Di hadapan pengurus PNK, H. Hartanto – Joko Purnomo menyatakan berniat lurus mencalonkan sebagai Penantang Jekek. Apa modalnya?. Harjo mengklaim telah mendapatkan dukungan dari parpol menengah.

Yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Rakyat Indonesia Raya (Gerindra). Juga mendapatkan peluang dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKB modal 3 kursi dewan, Gerindra 4 kursi, PAN 3 kursi, dan PKS 4 kursi.

“Kalau saya ditanya apa tujuannya mencalonkan sebagai Bupati. Jawabnya gampang, saya ingin mengganti Bupati. Caranya bagaimana? Harusnya mengalahkan Jekek. Gampang. Itu syaratnya gak usah muluk-muluk,” kata Hartanto disambut gerr pengurus PNP.

Pasangan Harjo menyatakan tahapan-tahapan pencalonan dirinya, telah dimulai dengan upaya mendapatkan rekomendasi Dewan Pengurus Pusat (DPP). “Tinggal menunggu waktu, dalam hitungan hari,” kata Hartanto. Juga ditandaskan Agus selaku konsultan.

Hadir pengurus PNK, antara lain Tinggeng (Partai Demokrat), Tri Wahyudi (Nasdem), Doni Setyawan (PBB), Sri Wiyoso (Partai Berkarya), Paryoko (Perindo). PNK lain berhalangan. Namun, Tri Wahyudi (inisiator) meyakinkan bawha pengurus PNK lain mendukung Harjo.

“Kami satu suara menyatakan mendukung Harjo untuk melawan rezim,” kata Tri Wahyudi. Wahyudi menghitung PNK memiliki suara akumulasi suara 8 % pemilih Wonogiri. Sehingga sangat layak diperhitungkan. (baguss)

error: Content is protected !!