Depot Air Minum Isi Ulang Bermodal Uang Sumbangan

0 892

INFOWONOGIRI.COM – KOTA – Kini, di Wonogiri telah banyak Depot Air Minum Isi Ulang. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mencatat ada kurang lebih 65 depot yang terdaftar. Mereka tergabung dalam WhatsApp Grup DAMIU Wonogiri. 

Depot yang tidak terdaftar dan tidak masuk WAG, diperkirakan masih ada. Banyak. 

Belum lama ini, INFOWONOGIRI mengunjungi beberapa Depot di Wonogiri Kota. Satu di antara yang dikunjungi adalah Depot “Banyu Aji” di Donoharjo Wuryorejo Wonogiri. 

Depot ini adalah milik Aji Gesang Susilo Muslim. Pria bujang ini lebih akrab dipanggil Gesang. Gesang terbilang pengusaha baru. Berjalan tiga tahun ini. 

Pria berwajah kalem ini punya cerita menarik terkait usahanya. Dikisahkan, awal membuka usaha, terinspirasi ketika bekerja di Pondok Pesantren Penghafal Al Quran di Wonogiri. 

Di sana terdapat mesin penyaring air. Air itu dapat diminum tampa diseduh (dimasak). Suatu ketika Gesang memutuskan keluar dari Ponpes itu. Lalu bekerja di DAMIU di Sukoharjo. Tidak butuh lama. Lalu Gesang memutuskan buka depot sendiri. 

Untuk mendapatkan modal, Gesang putar otak dan berdoa. Singkat cerita Allah menunjukan jalan kemudahan. Pakde-nya dalam waktu nyaris bersamaan pensiun dari BUMN di Gresik. Sebagian kecil uang satunya dihadiahkan kepada Gesang. 

“Hadiah itu yang saya gunakan untuk membeli mesin penyaring air,” kata pria berjemggot lebat ini. Selanjutnya sedikit demi sedikit membeli perlengkapan lainnya. Total investasi sekira Rp.25 juta. 

Mulailah roda usahanya berputar. Kali pertama buka depot di tepi Jl Raya Jendral Sudirman. Dekat kantor Kelurahan Wuryorejo. Kios kontrak bernilai jutaan rupiah. Bahan baku air dari Klaten. Hanya sebentar. Lalu menggunakan air baku PDAM Wonogiri. Namun hanya sesaat karena sesuatu hal. Kini memanfaatkan air pegunungan dari Kemuning Karanganyar. Dalam sepekan rata rata membutuhkan 750 liter air baku. Harga sekira Rp.400 ribu.

Kemudian dikemas dengan galon. Pergalon isi 19 liter Rp.5 ribu. Plus ongkir Rp.1000-Rp.2000 tergantung jaraknya, dan jumlahnya. Jika dengan tetangga dekat tampa ongkir. 

Pelan tetapi pasti usahanya mengalami kemajuan. Jika semula hanya kurang dari 10 galon/hari. Dulu sebelum ada konspirasi Covid 19 bisa mencapai 90 – 100 galon perhari. Kini rata rata mencapai 40-50 galon perhari. 

“Saya bersyukur saja. Masih kebagian rizki. Beberapa usaha lain kesulitan gara Corona,” kata Gesang. 

Depotnya telah berpindah dari tepi Jl Jendral Sudirman ke Jalan Kampung, di sekitar rumah dinas Rutan Wonogiri. Tempat usahanya tampak sederhana. Hanya ruang sempit beratap galvalum. Berlindung terpal. Kendaraan roda dua dan roda tiga diparkir di tepi depotnya. Dua kendaraan itulah yang berjasa mengantar air minum ke rumah anda. 

Falsafah Gesang sederhana. Yaitu ingin membantu masyarakat mendapatkan air bersih dengan murah. Tetapi tetap mendapatkan keuntungan. (baguss)

error: Content is protected !!