Kades Ronggojati Bongkar Dibalik Dana Gapoktan Rp.80 Juta

0 12.346

INFOWONOGIRI.COM-BATUWARNO-Kepala Desa (Kades) Ronggojati Kecamatan Batuwarno, Sutrisno menyampaikan fakta penting tekait latar belakang penggunaan dana Gapoktan Rp.80 juta untuk membayar PBB warga se-Desa Ronggojati.


Bahwa pihaknya belum pernah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengurus baru Gapoktan Jati Mulyo Desa Ronggojati. Bendaharanya adalah Tukimin. Bukan Giyarno. Giyarno adalah bendahara penunjukan dari anggota dan Perangkat Desa lama akan tetapi sampai sekarang tidak atau belum diberikan SK, dan untuk nama pemegang rekening tidak dproses ke pengurus yang baru masih atas nama CQ. Tukimin.


Dengan demikian, lanjut Sutrisno, proses pencairan dana Gapoktan di BMT Mitra Mandiri Kantor Cabang Batuwarno sudah benar, yaitu oleh Tukimin. Tanpa harus meminta persetujuan Giyarno.


“Kami luruskan, rekening CQ atas nama Tukimin selaku bendahara Gapoktan Jati Mulyo yang ber-SK, pada saat pencairan didampingi Ketua Gapoktan dan Bendahara Desa Bapak Mijono, yang pada saat itu juga langsung disetorkan atau dibayarkan ke Bank BPD Jateng sebagai pembayaran PBB Desa Ronggojati,” kata Sutrisno didampingi Kaur Perencanaan Desa Ronggojati Triwibowo.

Baca Juga : Belum Lama Dilantik, Kades Ronggojati Dilaporkan ke Polisi

Kronologinya, sebelum pencairan, Kades menggelar rapat, dihadiri Perangkat Desa Ronggojati, Badan Permusyawartan Desa (BPD) dan Ketua-ketua RT se Desa Ronggojati. Saat itu, Sutrisno mengajukan ide meminjam dana Gapoktan untuk membayar PBB warganya.


“Keputusan itu telah disepakati bersama. Bukan keputusan pribadi saya. Itu untuk kepentingan masyarakat. Warga kami mayoritas petani, yang hasil panennya belum pasti,” kata Sutrisno. Saat itu, Sutrisno berjanji segera mengembalikan dalam tempo tiga bulan.


Per tanggal 12 Juni 2020, Pemdes Ronggojati menyatakan telah mengembalikan LUNAS. “Kemarin memang, janji akhir bulan ini dilunasi. Pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 sudah lunas,” aku Sutrisno. Faktanya, uang telah diserahkan, berserta jasanya 0,5 % x 2 bulan, sebesar Rp.800 ribu.


Sampai saat ini, Sutrisno kembali menegaskan tidak ada pengurus Gapoktan baru. Sehingga pengurus Gapoktan lama sah melakukan tindakan apapun, temasuk meminjamkan uang Rp.80 juta ke Pemdes Ronggojati. Karena administrasi keuangan menjadi tanggungjawab pengurus ber- SK.


Terkait adanya empat anggota Tindak Pidana Korupsi Polres Wonogiri, Sutrisno mengaku tidak tahu. Diakui ada anggota Polsek Batuwarno yang meklarifikasinya. Pun, fakta itu telah disampaikan ke Polsek Batuwarno.
Terpisah, Giyarno mengaku tidak mengetahui soal SK dirinya sebagai Bendahara Baru Gapoktan. Apakah SK diterbitkan Desa Ronggojati atau PPL Kecamatan. Sedangkan mantan Kades Ronggojati, Didik Indriyatno tidak menjawab pertanyaan wartawan ini. (baguss)

error: Content is protected !!