Belum Lama Dilantik, Kades Ronggojati Dilaporkan ke Polisi

0 11.470


INFOWONOGIRI.COM-BATUWARNO-Sutrisno dilantik menjadi Kepala Desa (Kades) Ronggojati Kecamatan Batuwarno akhir Desember 2019. Mulai bertugas Januari 2020. Meski baru enam bulan menjalankan tugas, dia dilaporkan ke Polisi.


Lantaran Kades yang baru periode pertama ini, diangggap menyalahgunakan uang kas Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jati Mulyo Desa Ronggojati Rp.80 juta. Menyikapi hal itu ada anggota Gapoktan melaporkan ke Anggota DPRD II, pejabat dan ke Polisi.


Bahkan Bendahara Gapoktan, Giyarno menyatakan mundur tertanggal 16 Maret 2020. “Tegas saya sampaikan, sehubungan dengan keberadaan saya selaku pengurus tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait keluar masuknya kas Gapoktan,” kata Giyarno warga RT 02 Rw 04 ini.


Disebutkan, pencairan uang itu dilakukan tanggal 12 Maret 2020, dari BMT Mitra Mandiri Kantor Cabang Batuwarno. Menurut Giyarno, pencairan itu tampa persetujuan bendahara. Bahkan, pencairan dana itu tanpa menunjukan buku tabungan. “Buku tabungan saya yang menyimpan,” kata Giyarno.


Pasca mengundurkan diri Giyarno melimpahkan tanggungjawab kepada pengurus yang ada. Giyarno menjelaskan, uang kas itu milik seluruh anggota. Untuk kepentingan permodalan. Dana itu, riwayatnya dari APBN tahun 2008. Dari program Pembangunan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Kementrian Pertanian RI.

Agus Sutanto sebagai tokoh masyarakat menyebutkan, bahwa Gapoktan itu bersifat independen dari Pemerintahan Desa. Struktur organisasinya terdiri dari Kelompok Petani Dusun-Dusun yang tergabung menjadi Gapoktan. Di dalamnya, ada penyuluh pertanian (PPL Kecamatan), dan Mitra petani.


Pihak yang mencairkan adalah Bendahara Desa Mijo dan Kaur Perencanaan Tri Wibowo. Namun menjadi tanggungjawab Kades Ronggojati. “Jadi pencairan itu secara adminitrasi menyimpang. Dapat dikatakan telah terjadi maladministrasi. Patut diduga melanggar UU nomor 37tahun 2008 tentang Ombudsman RI,” kata Agus Sutanto.


Terpisah Kades Ronggojati, Sutrisno membenarkan bawha pencairan dana kas Gapoktan itu atas perintahnya. Tujuan uang itu digunakan untuk menalangi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) seluruh warga Desa Ronggojati. “Uang dari BMT langsung dibayarkan ke Kantor Bank Jateng, sama sekali tidak meleawati saya, tidak ada untuk kepentingan saya,” katanya.


Sutrisno memastikan akan mengembalikan paling lambat akhir Juni ini. Sampai saat ini, Kamis (11/6/2020) pihaknya telah mengembalikan Rp.50 juta lebih. Sehingga tersisa kurang dari 30 juta. Dia menegaskan bawha keputusan tersebut, bukan keputusan pribadi. Melalinkan telah melalui rapat bersama perangkat desa, pengurus Gapoktan dan Badan Perwakilan Desa (BPD). (baguss)

error: Content is protected !!