Hak Jawab & Klarifikasi Mr Lee GM PT Nesia Pan Pacific Clothing

0 1.431

INFOWONOGIRI.COM-NGADIROJO-Seorang WNA asal Korea Selatan dan wanita WNI tertangkap massa di dalam mobil di Dusun Randusari Kecamatan Ngadirojo. Sebelum tertangkap dua karyawan PT Nesia Pan Pacific Clothing (NPC) sempat kabur mengendarai mobil. Namun gagal karena seluruh akses keluar dusun telah di-lockdown berpagar massa.


Warga mencurigai telah terjadi perbuatan taksenonoh. Zina antara WNA yang menjabat sebagai GM dengan staf Receptionis. Karena kedua orang tersebut cukup lama di dalam mobil. Warga sempat mengintai, sebelum keduanya bertemu. Masing masing datang ke TKP sendiri. Pria itu mengendarai mobil. Wanita bersepeda motor.


WNA datang mengendarai Honda Acord plat B (dirahasiakan) sekitar pukul 17.00 Wib. Parkir di tepi Jalan Desa di bawah pohon jambu monyet rimbun dekat makam umum. Lalu datang WNI parkir ujung pertigaan Perum Grend Like. Wanita itu hanya memakai daster cekak, di atas lutut, berjaket biru dan bermasker. Lalu masuk ke mobil via pintu belakang.


Sekitar pukul 18.15 keduanya “menyerahkan diri” setelah gagal kabur. Asal tahu saat itu suasana kampong tidak aman. Banyak isu maling beraksi. Belakangan diketahui WNA itu hanya memakai kaos singlet (kaos dalam) dan celana kolor pendek (celana olah raga).


INFOWONOGIRI.COM pernah memberitakan hasil investigasi. Keterangan diperoleh dari para saksi yang turut menangkap. Barang bukti video yang viral juga didapatkan IW. Klarifikasi pernah diusahakan IW. Namun tidak direspon para pihak.


Belakangan pihak WNA memberikan hak jawab untuk klarifikasi. Benar bawha Mr L adalah Lee Jong Hyuk (45 th). Jabatan GM NPC alamat di Dusun Ketonggo Rt 01 RW 02 Kerjolor Ngadirojo. Status nikah dikaruniai anak. WNI bernama Lusi (20 th) staf receptionis warga Ngadirojo. Status single.


Lee mengaku ada masalah pekerjaan dengan Lusi. Untuk itu Lee bertemu Lusi usai kerja. Agar Lusi menyampaikanya. Untuk menghindari virus corona keduanya jaga jarak. Peretemuan berlangsung 20 menit. Ketika akan beranjak pergi, hari sudah gelap, keduanya didatangi beberapa orang dan mengetuk pintu mobil.


Karena takut jadi sasaran aksi kejahatan, maka keduanya pergi dengan mobil. Motor Lusi ditinggal. “Karena takut dipalak atau ditodong, saya segera pergi,” kata Lee. Sampai dekat jalan raya dicegat massa. “Saya baru tahu, warga heboh pencurian,” katanya.


Kemudian Lee balik antarkan Lusi ambil motor. “Saya balik arah lagi ke jalan raya, warga sudah ramai,” akunya. Saat Lusi ambil motor, diinterogasi warga. Ternyata sudah ada yang kenal. Sehingga Lusi dibiarkan pergi. “Saya sempat turun minta maaf ke warga,” kata Lee.


Malam harinya, kata Lee, warga heboh menceritakan kasus itu sebagai tindak asusila. Informasi menyebar luas sangat cepat. Karena merasa takut berdampak pada perusahaan, Lee dan staf PT NPC inisiatif klarifikasi ke warga & keluarga Lusi. Musyawarah dilakukan 4 Mei 2020 difasilitasi Kadus. Hadir saksi-saksi.


“Saya sudah minta maaf. Ini kesalahpahaman. Dan, ini menjadikan sebagai pelanggaran norma etika lokal. Sudah sepakat diselesaikan kekeluargaan. Kami ingin mengakhiri masalah ini,” tandas Lee. Lee juga telah memberikan keterangan ke polisi.


Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing SIK MH. MSi melalui Kasatreskrim Iptu Galla Rimba Sirang SIK menyatakan masalah itu sudah selesai. “Tidak ada tidak pidana. Karena tidak ada laporan, suka sama suka” kata Galla, beberapa waktu lalu. (baguss)

error: Content is protected !!