Dua Proyek Dana Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Disoal

0 2.028

INFOWONOGIRI.COM-GIRIMARTO-Pemerintah Desa Bubakan Kecamatan Girimarto sedang melaksanakan kegiatan pembangunan Pasar Desa dan Lapangan Desa. Kedua proyek itu dimulai nyaris bersamaan. Sejak pertengahan bulan Pebruari 2020 lalu.

Pertama proyek renovasi pasar dimulai 15 Pebruari. Belum kelar proyek itu, dimulai lagi proyek Lapangan. Beberapa tokoh desa dan tokoh masyarakat mempertanyakan keterbukaan informasi pembangunan kedua fasilitas umum itu.

Antara lain soal informasi rencana anggaran biaya (RAB). Soal spek (spesifikasi) bahan bangunan yang digunakan. Ada tokoh masyarakat menduga pasir yang digunakan tidak sesuai spek. Sebab, pasir yang digunakan menggali tebing milik warga setempat.

“Pasir itu tidak sesuai spek. Seharusnya menggunakan pasir hitam. Misalnya pasir merapi atau pasir simping. Proyek itu menggunakan galian tras local, tebing milik warga,” kata tokoh masyarakat yang keberatan disebutkan namanya.

Papan nama pengumuman kegiatan kedua proyek itu juga tidak ada. Sehingga warga tidak banyak mengetahuinya. Bahkan disebutkan, kedua proyek itu tidak melibatkan pihak lain. “Perangkat desa tidak diajak bicara saat ekskusi. Diangkahi sendiri,” ujarnya.

Menurut perangkat Desa, Petugas Pendamping Desa dan Pegawai Kecamatan sudah mengingatkan. Namun tidak dihiraukan. Camat Girimarto Rujito juga menyatakan telah mengetahuinya. “Sedang dalam pantauan. Kami sudah mengingatkan Pak Polo,” akunya.

Terpisah, Kades Bubakan Maryanto menjelaskan, bawha kedua proyek itu menggunakan uang rakyat, dari anggaran Dana Desa. Perinciannya Rp.200 juta untuk pembuatan talud, pengurukan dan pembuatan los pasar seluas sekira 24 m x 6 m.

Proyek lapangan dianggarkan Rp.100 juta. Untuk talud dan lintasan berlari (jogging trek) mengelilingi tepi lapangan. Lapangan berukuran sekira lebar 60 m x panjang 90 m. Jogging trak lebar 150 cm (1,5 m) mengelilingi lapangan. Ketebalan trak 12 cm.

kegiatan pembangunan Pasar Desa dan Lapangan Desa Bubakan Foto Bagus Sarengat/infowonogiri.com

Pada sisi selatan lapangan dilakukan pengurukan. “Kedua proyek itu telah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Cukup jelas. Anggaran Rp.200 juta untuk renovasi pasar, dan Rp.100 juta untuk lapangan,” paparnya.

Soal material tanah uruk, pasir dan batu yang digunakan untuk pembangunan diakui dia memanfaatkan galian local. Menurutnya, hal itu tidak melanggar aturan. Bahkan peraturannya, pembangunan diperbolehkan memanfaatkan sumber alam local. (baguss)

error: Content is protected !!