Katiman Tak Terima Anaknya Disebut Meninggal Karena Corona

0 1.982

INFOWONOGIRI.COM-JATIPURNO-Katiman warga Dusun Poncol Desa Jeporo Kecamatan Jatipurno tidak terima, salah satu anaknya meninggal disebabkan terpapar Covid 19 (Corona Virus Diesase 19) atau Pasien Corona. Yang benar meninggalnya anak pertama Katiman karena faktor lain.

Pernyataan itu disampaikan Katiman , Sabtu malam (18/4/2020) di rumahnya di RT 02 RW 07 Dusun Poncol Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Katiman, didampingi anak menantunya, Dwi Heriwanto, anak kandungnya Fajar Kurniawan, dan Sunardi selaku suami dari Kepala Dusun Poncol.

“Anak saya (almarhumah) meninggal bukan karena Pasien Dalam Pengawasan (PDP) korona (Covid 19). Tapi karena kondisi fisiknya lemah selama hamil, sampai saat melahirkan. Sampai akhirnya meninggal dunia,” kata Katiman.

Anggota keluarganya yang meninggal adalah anak pertama, perempuan (29 th). Dirawat sejak pukul 10.20 tanggal 1 April 2020 di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri. Pada pukul 03.00 tanggal 2 April 2020 meninggal dunia beberapa jam setelah melahirkan anak keduanya. Anaknya lahir selamat, namun akhirnya meninggal, terlebih dahulu.

Katiman menyatkan ikhlas atas meninggalnya anak dan cucu keduanya. “Anak saya meninggal dengan status mati syahid. Ins sya Allah. Sebab anak saya meninggal saat melahirkan anaknya,” kata Katiman tampak memerah raut muka dan matanya.

Dijelaskan Katiman, sebelum dirawat di ICU RSUD Wonogiri, anaknya sempat dirawat di RS Aml Sehat Slogohimo. Bahkan sempat diperiksa di dokter spesialis kandungan, tertolak di beberapa rumah sakit ibu dan anak di Kabupaten Wonogiri. Rumah sakit itu beralasan alatnya tidak lengkap.

Pasca meninggal anaknya itu, beredar Surat Laporan dari Pemdes Jeporo ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri. Dalam laporan yang ditandantangani Kades Jeporo, Suyato SSos, disebutkan jenis Kejadian Luar Biasa.

Dalam surat tertulis, Selasa (2/4/2020) pukul 06.00 terjadi salah satu PDP di Desa Jeporo telah meninggal dunia di RSUD dr SMS Wonogiri. Tertulis nama dan alamat lengkap. Dilaporkan ada beberapa warga ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pengawasan). Karena itu diambil adalah isolasi mandiri. Nama nama tersebut ODP dalam Laporan juga dilampirkan.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Sejak pemakaman Katiman merasa dikucilkan tetangganya. Tidak ada pelayat. Kecuali keluarganya. Bahkan Katiman turun memakamkan almarhumah. Kades dan perangkat tidak ada yang datang ke pemakaman dan tidak melayat.

Ketika Katiman dan keluarga konfirmasi kepada Suyato, tidak pernah bisa. Untuk itu Katiman meminta Kades Jeporo bertanggjawab secara hukum. Katiman menuntut keadilan atas tindakan Kades menetapkan keluarganya sebagai PDP dan ODP serta menetapkan KLB.

Tepisah, Suyato membenarkan, Pemdes Jeporo menerbitkan laporan itu. Laporan sudah dikonsultasikan ke Kecamatan Jatipurno. Dikatakan sebagai bawahan, hanya bisa melaksanakan tugas, melaporkan. Diakui dirinya tidak datang saat pemakaman dan tidak melayat. (baguss)

error: Content is protected !!