Hamid NY :Presiden Berfikirklah Bagaimana Menyelamatkan Peternak Ayam

0 784

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL- Saat ini usaha peternak ayam sedang dalam kondisi sangat kritis. Keadaan berlangsung sejak 2018 silam. Tahun ini berada titik terendah. Terparah. Harga ayam hidup (livebird) terus anjlok. Bahkan, harganya berada di level Rp 5.000-10.000/kg hidup.

Karena itu, Presiden harus hadir menanangani masalah ini. Pemerintah perlu memikirkan optimalisasi konsumsi daging ayam untuk menyelamatkan peternak ayam. Pendapat itu disampaikan anggota DPR RI asal Wonogiri, Hamid Noor Yasin, akhir pecan ini.

Kader PKS ini meminta pemerintah melalui Kementerian Pertanian di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) dan Bulog untuk mengembangkan potensi daging ayam sebagai alternatif pengganti sementara pemenuhan kekurangan daging sapi atau kerbau.

Sebelumnya, Kementan dan Bulog sedang mengembangkan stok alternatif makanan pokok beras di masa wabah covid-19 dari sagu jagung atau singkong. “Harga ayam hidup (livebird) terus anjlok. Harganya di level Rp 5.000-10.000/kg. Ini tidak masuk akal. Modal dan proses usaha pakan dan segala perawatan dibanding hasil panennya tidak berimbang,” katanya.

Pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020, harga ayam di tingkat peternak seharusnya di level Rp 19.000-21.000/kg. Dengan harga di tingkat perternak rerata Rp.7.000,-, telah memicu para peternak melepaskan ayam-ayamnya agar mencari makan sendiri karena para peternak ini sudah tidak sanggup memberi makan ternaknya.

Untuk menyelamatkan peternak ayam, maka Hamid menyarankan agar menutup celah impor daging sapi dan kerbau. Ini adalah kebijakan penting sehingga masyarakat dapat mulai teredukasi bahwa ketika tidak ada daging sapi, masih ada daging ayam yang harganya wajar.

Solusi terepat dalam jangka pendek adalah jangan ada impor daging dari luar. Bantu peternak untuk dapat pakan yang masuk akal. Peternak menyerah bukan hanya ayamnya tidak terserap, tapi terlalu murah dibandingkan dengan biaya produksi berupa pakan yang tinggi. V

Pemerintah telah bekerjasama dengan 15 perusahaan. Yang menyerap 60 juta ekor ayam. Namun itu belum merata memenuhi kebutuhan peternak. Saat ini peternak ayam telah mengalami kebangkrutan. Pada UMKM ini menggambarkan banyaknya PHK pekerjanya. 

Hamid berharap Kementerian bekerjasama dengn Pemda untuk membuat terobosan menyelamatan peternak ayam. Kementerian Pertanian perlu koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk membertimbangkan pembatasan importasi daging. (baguss)

error: Content is protected !!