Warung Kopi Makin Heboh…Tapi Ini Faktanya

0 131

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL-Produk kopi olahan makin heboh. Di mana mana ada warung/kedai kopi. Di tepi jalan, pojok atau perempatan jalan ada warung kopi. Bahkan bukan warung kopi saja melayani pesanan minuman hitam itu.

Data BPS menyebutkan ekspor kopi 2015-2019 menurun dari 499,6 ribu ton jadi 359,05 ribu ton. Nilai ekspor turun jadi Rp.883 ribu USD dari Rp1,18 juta USD. Maraknya kedai kopi di dalam negeri mestinya dimanfaatkan petani kopi untuk menaikkan produksi.

Apa problem serius petani kopi? Apa stimulus bagi komoditas kopi sudah masif dilakukan dibanding komoditas lain? Tahun 2020 Kementan siapkan KUR Rp.3,96 T bagi petani kopi, bunga 6% non agunan. Usaha kopi dinilai prospektif seiring meningkatnya konsumsi kopi.

Anggota Komisi IV DPR RI Drs. H. Hamid Noor Yasin (HNY) menjelaskan, skema KUR berbunga 6 % bagi petani adalah wajar. “Terpeting awasi mekanisme penyaluran. Moral hazard harus ditekan, baik pembuat rekomendasi, petugas penyalur, petani penerima, harus diawasi,”kata anggota F-PKS ini.

Data empiric menyebutkan, kegagalan program sangat dipengaruhi proses pelaksanaan. Misalnya, rekomendasi yang tidak tepat sasaran, petugas penyalur dan penyalahgunaan bantuan yang dilakukan oleh petani itu sendiri.

Rekomendasi selama ini, terbanyak menerima akses adalah petani yang dekat dengan pejabat saja. Sementara banyak petani tidak memiliki kedekatan akses bantuan, tapi mereka punya potensi pengembangan yang besar. Petugas penyalur cenderung hanya kejar target.
Sedangkan penyalahgunaan di tingkat petani, anggaran seharusnya untuk meningkatkan usaha pertanian, malah digunakan untuk keperluan lain. Terus, yang menikmati bantuan hanya ketua kelompok petani saja. Anggotanya malah tidak menikmati.

Menurut HNY, stimulus bantuan pemerintah untuk komoditas kopi, selama ini normatif dan cenderung minim. “Saat ini moment tepat untuk mengembangkan kualitas kopi. Mulailah seleksi bibit unggul, teknologi budidaya dan pasca panen serta strategi pemasarannya,” ujarnya.
Masifnya komoditas di Indonesia, selama ini konsern pada produk unggulan yang dikonsumsi rutin dalam jumlah besar. Stimulus bantuan pemerintah untuk komoditas pangan banyak dilakukan pada produk beras, perikanan, sapi, garam, gula dan komoditas hortikultura.

“Konsentrasi pemerintah membantu petani kopi, saya sangat mendukung untuk membantu meningkatkan kualitas dan perlindungan biji kopi. Terutama melalui mesin dan teknologi. Transfer teknologi kepada petani yang hasil akhirnya diterima konsumen akhir merupakan hal paling penting. (baguss/bersambung).


error: Content is protected !!