Mendadak Dikunjungi Dirjen & DPRRI, Kades Purworejo Tersinggung

0 3.410

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Kepala Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri/Kabupaten Wonogiri Hartono, merasa tersinggung dan tidak berkenan atas kunjungan Direktorat Jendral (Dirjen) Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI dan Anggota Komisi IV DPR RI, pada Sabtu (21/3/2020) di wilayah Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri.

Bahkan Hartono menuding kunjungan itu tidak procedural. Hartono menceritakan, awalnya sama sekali tidak tahu kunjungan itu. Karena tidak ada laporan atau informasi dari Pemerintah Kecamatan, Dinas Pertanian Kabupaten maupun dari Pemda Kabupaten Wonogiri. “Saya ditilpon petani. Ada pejabat Pertanian Pusat. Mau menemui tidak?. Itu mendadak,” kata Hartono menirukan petani.

Hartono berpendapat. Pemerintahan Desa Purworejo dianggap tidak ada. Penyelenggara kegiatan itu tidak mengetahui aturan birokrasi. “Saya terus terang menyampaikan ke mereka (rombongan DPR RI dan Dirjen), kalau begitu (Pemerintah Desa tidak ada) langsung ke Presiden saja,” terang Hartono. Pernyataan itu disampaikan di hadapan DPR RI, Dirjen dan rombongan serta Petani.

Belakangan, Hartono mendapatkan info dari wartawan. Rombongan itu adalah Luluk Nur Hamidah (Anggota F-PKB DPR RI Komisi IV dari Jateng IV. Wonogiri, Karanganyar dan Sragen), Eko Purnawan (Direktur Perlindungan Tanaman Pangan – Dirjend Tanaman Pangan). Herawati P. (Kepala BPTPHP Jateng). Dwi Susilarto (Kepala Lab. PHP Tanaman Wil. Surakarta), Dwi Hatmini (Koordinator POPT Kab. Wonogiri), Witanto warga Desa Purworejo (Sekretaris DPC PKB Wonogiri) dan beberapa staf DPR RI.

Witanto membenarkan, bahwa terjadi miskomunikasi antara Kades dengan rombongan DPR RI. Witanto menyebut Kades Hartono menyambut kehadiran wakil rakyat dan rombongan dengan marah marah. Padahal kehadiran wakil rakyat itu dalam rangka sidak ke Poktan Sumber Rejeki Sumberejo dan Poktan Kalirejo Mundu, di Desa Purworejo.

Rombongan DPR RI n Dirjen, Hartono paling Kanan | Foto Dok Witanto

Terpisah, Luluk Nur Hamidah menyatakan kedatangannya dalam rangka melaksanakan amanah dan menyerap aspirasi petani. Dia ingin melihat langsung masalan petani. Tujuannya akan memberikan bantuan dan solusi persoalan petani Desa Purworejo. “Intinya pemerintah harus hadir memberikan jawaban persoalan petani,” kata Luluk.

Dirjen Tanaman Pangan Edy Purnawan menambahkan, bantuan rencananya berupa bibit pertanian, pupuk dan obat pertanian serta pembangunan sarana pertanian. Utamanya saluran irigasi. Menurutnya hasil pertanian Desa Purworejo belum maksimal. Petani menyebut gagal panen. Salah satu faktornya penyebabnya irigasi. “Pemerintah mengalokasikan dana untuk irigasi, pembangunan nantinya akan memberdayakan petani setempat,” kata Edy Purnawan. (baguss)

error: Content is protected !!