Kunjungan DPR RI & Dirjen Tanaman Pangan Meninggalkan Persoalan

Kunjungan DPR RI & Dirjen Tanaman Pangan Meninggalkan Persoalan

0 961

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Kunjungan Anggota DPR RI Komisi IV Luluk Nur Hamidah & Dirjen Tanaman Pangan berserta rombongan patut diduga meninggalkan persoalan bagi sebagain petani dan Kepala Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri.

Indikasi itu dapat disimpulkan dari pernyataan yang disampaikan Hartono selaku Kepala Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri, beberapa waktu lalu, pasca dikunjungi DPR RI Luluk Nur Hamidah dan Dirjen Tanaman Pangan Edy Purnawan.

Pertama, Hartono menyebutkan, bahwa belasan hektar tanaman padi yang digarap puluhan petani adalah lahan lungguh (tanah bengkok) kepala desa setempat. Kedua, Hartono mengancam akan mengambil alih tanah tersebut dari para petani selaku.

Asal tahu jumlah petani yang menggarap lahan bengkok itu ada 37 orang. Bahkan istri Kades, menyebutkan jumlah petani ada 42 orang. Tentu petani sebanyak itu dan keluarganya, selama ini sangat menggantungkan hidupnya dari lahan pertanian itu.

Lagi, lahan pertanian padi di wilayah Desa Purworejo hanya ada pada tanah lungguh. Selebihnya di wilayah setempat tidak ada lahan tanaman padi. Hal lain yang persoalan adalah, manakala tanah bengkok itu diambil alih Kades, apakah bantuan yang rencana diberikan DPR RI dan Dirjen Ketahanan pangan sesuai peruntukan (tepat sasaran)?.

“Lahan pertanian itu adalah tanah lungguh Kades. Saya sempat mengutarakan akan mengambil tanah lungguh itu. Para Kadus akan saya kumpulkan,” kata Hartono di rumahnya, saat itu didampingi istrinya.

Terpisah, wakil rakyat dan Dirjen hadir karena mendapatkan laporan dari masyarakat, bahwa tanaman padi di wilayah Desa Purworejo gagal panen. Dirjen menyebutkan, penyebab gagal panen karena hama atau penyakit blas.

Penyakit blas menyerang tanaman padi sawah yang teraliri irigasi. Penyakit itu ditimbulkan jamur pyricularia grisea. Sebagai solusinya, DPR RI Komisi IV dan rombongan akan memberikan bantuan obat obatan, bibit dan dana untuk pembangunan sarana pertanian.

Witanto Sekretaris DPC PKB Kabupaten Wonogiri sekaligus warga Purworejo yang dekat dengan wakil rakyat menyebutkan, pemerintah menggelontor berbagai program. Sementara Luluk menyebutkan kehadirannya dalam rangka tugas untuk melaksanakan amanah. Pemerintah hadir memberikan solusi,” kata Luluk.

Sedangkan Dirjen Tanaman Pangan menyebut, kejadian yang dialami Waki Rakyat dan dirinya dianggap sebagai sesuatu yang aneh. Berikut statmennya. “Aneh….. belum pernah terjadi di Indonesia, dikunjungi untuk memberikan bantuan penanganan OPT tetapi responnya negatif.

Kunjungan ke lapangan adalah hal lumrah, karena kita harus merespon cepat kejadian serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) yaitu Blas dilokasi tersebut,” katanya. (baguss)

error: Content is protected !!