Kades Karangtengah Ancam Laporkan Massa Yang Mengeroyoknya

0 8.350

INFOWONOGIRI.COM- KARANGTENGAH-Kepala Desa (Kades) Karangtengah Kecamatan Karangtengah Bambang Daryono (47th) mengancam akan melaporkan sejumlah orang yang mengeroyoknya dalam pengggrebekan kasus perselingkuhan.


Ancaman itu disampaikan Bambang Darsono didampingi pengacaranya Asri Purwanti Senin (30/3/2020) di Wonogiri. “Saya akan melaporkan balik kasus 170 terhadap Kepala Desa Karangtengah,” kata Asri Purwanti, melalui telephone.

Diceritakan, malam itu Bambang Sudarsono mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Sejumlah warga memerlakukan Bambang Sudarsono seperti hewan. Kedua tangan diikat ke belakang. Kedua kakinya diikat. Dalam kondisi seperti itu kepala dan tubuhnya dipukuli.

“Saya punya video dan foto fotonya. Itu bisa sebagai bukti dalam proses hokum. Sangat jelas foto dan videonya. Korban diikat seperti hewan. Dipukuli. Bahkan disulut rokok. Coba kalau meninggal dunia. Beruntung selamat,” kata Asri.

Dikatakan, pihaknya sangat menyesalkan perbuatan para pelaku pengeroyokan. Asri mempertanyakan. Apakah masyarakat tidak mengetahui, bawha Indonesia adalah Negara hokum. Siapapun tidak boleh main hakim sendiri. Hokum harus ditegakkan.

Seperti diberitakan IW sebelumnya , Kades Karangtengah Bambang Daryono Jumat pukul 00.30 Wib (27/3/2020) digerebek warga Desa Temboro. Lantaran bermalam di rumah Annisa Latief di Dusun Manggis RT 02 RW 06 Desa Temboro Kecamatan Karangtengah.

Aninsa Latif adalah Anggota BPD Desa Temboro istri dari Sri Wahyono. Kasus tersebut terbongkar saat Sri Wahyono mudik dari Jakarta. Pas saat itu mendapati Bambang Daryono berada di rumahnya. Sri Wahyono lapor ke warga. Lalu warga menggeruduknya.

Kasus ini ditangani Polres Wonogiri. Namun belum ada rilis dari pejabat berwenang. (baguss)

error: Content is protected !!