Empat Pabrik Pupuk Palsu di Wonogiri Digerebek Kapolda

0 979

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL-Baddalah! Mengejutkan. Di wilayah Kabupaten Wonogiri terdapat empat pabrik produsen pupuk palsu. Karuan saja Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel langsung melakukan penggerebekan atau pengelledahan. Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing SIK.MH.MSI dan anggota turut ke TKP. Anggota Polres Klaten dan Polres Gunungkidul juga hadir. 

Berikut informasi keempat pabrik yang diperoleh dari Polres Wonogiri dan Polres Klaten. 

1) Pabrik di Karanglowetan Rt 02 Rw 02 Desa Gebangjarjo Kecamatan Wonogiri. Nama pemilik Masino alamat Desa Blindas Kecamatan Pracimantoro. BB 120 karung pupuk siap edar berbagai merk, 2 mesin ayak, mesin panggilingan, mesin jahit. 

2) Pabrik di Dukuh Tolok Desa Pracimantoro. Nama pemilik Misno alamat sda. BB 50 karung pupuk siap edar, 2 mesin ayak, mesin panggilingan dan mesin jahit.

3) Pabrik di TKP Desa Blindas Kecamatan Pracimantoro Wonogiri. Pemilik sda. BB 80 karung pupuk dan peralatan yang sama. 

4) Pabrik di TKP Pracimantoro Wonogiri.  Nama pemilik Teguh Suparman Alamat Dukuh Belik Rt 01 Rw 11 Desa Pracimantoro Wonogiri. BB 360 karung pupuk berbagai merek dan peralatan yang sama. 

barang bukti diamankan di Mapolres Wonogiri | Foto Bagus Sarengat/infowonogiri.com

Rilis Kasubag Humas Polres Klaten Iptu Nahrowi SH mengatakan terungkapnya kasus ini berawal, ketika ada masyarakat yang melaporkan sebagai korban. Yaitu Reni Wibowo (33th) buruh harian lepas alamat Dukuh Prayan Rt 01 Rw 10 Planggu Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten.

Tersangka ada dua orang. Yaitu Suparlan (47th) pedagang alamat Dukuh Jaten Rt 03 Rw 09 Desa Ponjong Kabupaten Gunungkidul. Achmad Yang (44th) alamat Desa Sidokumpul Rt 03 Rw 03 Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Kedua tersangka dijerat Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat 1 huruf A UU RI nomor 8 tahun 1999. “Pelaku uzaha yang melanggar ketentuan hukum yang d ik atur dalam pasal 8 ayat 1 huruf a dan f.

barang bukti diamankan di Mapolres Wonogiri | Foto Bagus Sarengat/infowonogiri.com

Modusmya, kedua tersangka bekerja membuat dan mengedarkan serta menjual pupuk palsu dengan seolah olah pupuk bermerk NPK Phonska PT Petrokimia Gresik. Total sejumlah 7 ton (383 Zak) ke kelompok Tani Sido Maju Desa Planggu Kecamatan Trucuk Kab. Klaten. 

Ceritanya sejak bukan Januari lali, Petani di wilayah Desa Planggu kesulitan pupuk bersubsidi maupun jon subsidi. Kelompok Tani Sido Maju yang diketuai Bantu Hariyadi dan Bendahara Widodo telah mencari ke pengecer. Namun kehabisan stok.

Kemudian Suparlan menawarkan pupuk subsidi jenis Phonska seharga Rp.110 ribu/Zak. Penawaran disetujui. Lalu barang dikirim dalam tiga tahap. Pertama 140 Zak pada tanggal 8 Januari 2020 total senilai Rp.15.400.000. Kedua tanggal 11 Januari 2020 sebanyak 101 Zak Rp.11.110.000. Ketika tanggal 17 Januari 2020 dikirim 142 Zak senilai Rp.16.620.000. 

Pupuk palsu itu langsung laku diserbu petani. Terjual seharga Rp.120.000 perzak. Beberapa hari baru merasakan keanehan. Pupuk saat dicampur dengan urea menjadi lengket. Warnanya berubah. Di tangan juga lengket. Saat dicuci tidak cepat hilang. Butuh beberapa hari. Tulisan yang diduga palsu tidak terang. Tulisan SNI tampak kecil. Lambang warna kuning mengarah ke bawah. Jahitan karung kendur tidak seperti aslinya. Tanaman yang dipupuk tidak menjadi subur. 

Korban melaporkan ke Polres Klaten. Tim Polres Klaten menindaklanjuti dengan medatangi TKP pabriknya di Dukuh Gunungkrambil Rt 01 Rw 01 Desa Sidorejo Kecamatan Ponjong Kab Gunungkidul DIY.

Polres Klaten mengamankan BB truk Hino AD 1435 KC, Pik Up Cerry, Unit Pan Granol diameter 4 m. Mesin penghalus campuran guaro dan zeolit, mesin jahit, timbangan dan gerobak dorong. Sementara Kasubag Humas Iptu Suwondo melaporkan Kapolda ke TKP pertama. Ada pulahan wartawan dari Soloraya, Klaten, Wonogiri dan Jogjakarta. Sampai pukul 17.00 Kapolda masih di TKP. (baguss)

error: Content is protected !!