Insiden Penganiayaan di Safire Karaoke Terungkap

0 892
Saksi daat pengambilan sumah di Pengadilan Wonogiri | Foto baguss

INFOWONOGORI-COM-KOTA-Meja Hijau dipilih menjadi jalan untuk menegakkan keadilan atas insiden penganiayaan yang terjadi di Safire Karaoke di Sendang Wonogiri Kota.

Senin 6 Januari 2020 digelar sidang dengan agenda pemeriksaan saksi korban dan saksi yang mengetahui kejadian itu, Setya Hadi warga Wonogiri Kota dan Rian warga Sendang Wonogiri. Hadir jaksa penuntut umum (JPU) Enik Sri Suprapti. 

Sidang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri (PN) Muhammad Istiadi didampingi dua hakim anggota Anita Zulfiani dan Tavia Rahmawati, di PN Wonogiri Jln RM Said Brumbung Selogiri. 

Satpam Safire itu bernama Setya Hadi alias Adi warga Bahuresan Kelurahan Giritirto Kecamatan Wonogiri Kota. Setya Hadi hadir sebagai saksi korban. Hadir pula Andria Widihastanto (32th) sebagai terdakwa. Terdakwa adalah warga Sukorejo Kelurahan Giritirto Wonogiri Kota. 

Satpam itu menceritakan, dirinya mengenali terdakwa. Karena sering bertemu terdakwa. Insiden penganiayaan terjadi Sabtu, malam hari sekitar pukul 00.30 Wib di ruang tamu. Namun Hadi mengaku lupa tanggal dan bulan, tahun 2019.

Sebelum kejadian, terdakwa malam itu baru datang. Lalu masuk ruang karaoke. Kemudian keluar lagi memesan beberapa jenis minuman. Setelah mendapatkan pesanan, terdakwa hendak membayar ke kasir. Posisi Hadi berada di sisi kiri kasir Safire. Kemudian terdakwa mengatakan “Ketok e koe kurang ikhlas” kata Hadi menirukan terdakwa. 

Mengetahui itu, Hadi tidak mengentari perkataan terdakwa. Sebab menurutnya, terdakwa terlihat mabuk minuman alkohol. Sesaat kemudian terdakwa melempar botol minuman ke arahnya. Namun tidak mengenai sasaran. Ketika Hadi mendekat, terdakwa melempar lagi. Lemparan kali kedua mengenai kepala Satpam Safire Karaoke itu. 

Akibat kepalanya berdarah. Hadi berusaha mendekat untuk mengambil tindakan. Namun dihalangi beberapa pengunjung. Pengunjung yang menghalangi diduga teman terdakwa. Kemudian terdakwa pergi bersama kawan kawanya.

“Saya periksa untuk visum ke RS, saya disuruh istirahat di ruang IGD,” kata Hadi. Pasca kejadian, Hadi mengaku merasakan agak pusing dan merasakan mual ingin muntah tetapi tidak muntah. Selama ini, ia mengaku tidak ada masalah dengan terdakwa, apalagi dendam. Terdakwa juga tidak pernah membuat masalah di Karaoke Safire.

Saksi kedua, mengaku melihat insiden itu. Kebetulan saat itu dia keluar dari room hendak menuju ke toilet. “Saya tahu karena ada rame rame,” kata Rian. Lalu Rian mengurungkan ke toilet. Memilih masuk ke room lagi. 

Pada kesempatan itu JPU tidak mengajukan pertanyaan. Dia hanya mengingatkan bahwa insiden terjadi Sabtu 19 Oktober 2019. Rencana JPU akan menghadirkan dua saksi lagi. 

Sementara terdakwa tidak membantah keterangan korban. “Benar semua keterangannya,” kata terdakwa. 

Majelis hakim menunda pemeriksaan terdakwa karena akan ada pemeriksaan saksi lagi, pekan depan. (baguss)

error: Content is protected !!