2019 Di Pasar Banyak Pengemis dan Rentenir di Jalanan Orang Gila

0 1.068
Foto Dok Humas Polres Wonogiri

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Sejumlah pedagang tradisional mengeluhkan banyak pengemis, pengamen dan renternir di pasar Wonogiri Kota. Sementara di jalanan juga marak gelandangan orang gila dan orang setengah gila. Itu menjadi catatan akhir tahun 2019 kemarin.

Keluhan itu terungkap pada Arisan rutin pedagang pasar Wonogiri Kota yang tergabung di dalam Perdasari (Perhimpunan Pedagang Pasar Wonogiri) dan Perpejas (Persatuan Pedagang dan Jasa) Pasar Wonogiri Kota, pada rapat dan Arisan tanggal 27 Desember lalu. 

Pengemis dianggap mengganggu kenyamanan pengunjung pasar dan pedagang sebagai penjual. Lantaran saking banyaknya. Dalam sehari bisa mencapai belasan orang pengemis. Apalagi pada hari pasaran. Jumlah pengemis lebih banyak bisa mencapai puluhan. Mulai kios buka setelah jam 7.00 Wib sampai menjelang tutup sekira pukul 16.00 Wib. Pengamen ada tetapi jumlahnya tidak banyak. Hanya beberapa orang. Dan, tidak setiap hari ngamen. 

“Warung baru akan dibuka saja, pengemis sudah menunggu antri mau minta-minta. Mbok yoo sungkan nunggu siang, kan sudah pantas,” kata salah satu pemilik studio foto dan toko figura.

Para pengemis diduga berasal dari luar wilayah Kecamatan Wonogiri. Bahkan ada banyak dari luar Kabupaten Wonogiri. Sempat, sampai ada pengemis yang meninggal dunia, di pasar Wonogiri Kota. 

Pedagang lain mencoba memberi solusi. Pengemis itu tergantung pedagang. Jika pedagang memberi karena sungkan atau kasihan maka akan semakin sering didatangi. Sebaliknya jika pedagang tegel dan tega maka pengemis kapok dan tidak akan mendatangi lagi. “Nah Undang undangnya bagaimana? Katanya pengemis kena pasal,” tanya anggota yang lain. 

Foto Dok Humas Polres Wonogiri

Soal keberadaan renternir, dikenal sebagai bank plencit atau bank keliling juga dikeluahkan. Mulai subuh mereka sudah beroperasi. Pasalnya pasar Wonogiri Kota mulai ramai sekira pukul 03.00 Wib. Yaitu dengan kedatangan pedagang dari luar Wonogiri. Seperti pedagang sayur, buah, daging ikan laut/tawar, bumbon dan lainnya. Kata kuncinya, renternir tidak akan datang kalau tidak ada pedagang yang menjadi nasabahnya. 

Menyikapi keluhan itu, Ketua Perdasari Utomo Honru Suryanto mencoba memberi solusi. Dikatakan pihaknya akan melaporkan ke Pemda. Soal kondisi pasar, Utomo juga mengatakan, pada musim penghujan ini mulai terlihat beberapa atap pasar bocor.

Sementara di luar pasar, yaitu di jalanan marak gelandangan dan orang gila (gepeng). Gelandangan adalah seorang atau beberapa orang yang tidak mempunyai rumah tetap dan tidak punya pekerjaan tetap. Sedangkan orang gila adalah orang stres akut. Sakit jiwa parah. Pakaian kumuh. Rambut gombal. Kecuali yang botak. Compang Compang. Baunya amis dan pesing. Atau hanya bercelana tampa baju. Atau mengenakan baju tampa celana. Bahkan terkadang tidak berpakaian. 

Ada orang setengah gila. Seperti waras. Tidak mengganggu tetapi pakaiannya kayak orang gila. Makanya memungut di tempat sampah. Atau menunggu uluran tangan orang lain.

Terpisah, tim gabungan Polres Wonogiri, Satpol PP, Linmas dan Dinas Sosial Pemda Wonogiri menggelar razia gepeng, menjelang tahun baru, Selasa (31/13/19). Dilaksanakan mulai pukul 15.00 sd 17.00 WIB.

Tim terdiri dari Bripka Paryanto. Bripka Eko Heri P. Agus dab Puguh Satpol PP, Anastasia Linmas, Nur Nugrohowati dan Ika Dinsos. Sasaran mulai Wonogiri, Pracimantoro, Giriwoyo, Baturetno dan Ngadirojo. 

Hasilnya terjaring 4 gelandangan tanpa identitas. “Langsung dibawa ke Dinsos didata lalu dibawa ke RSJ,” kata Bripka Paryanto seperti dikutip Paur Humas Polres Wonogiri Iwan S. (baguss) 

error: Content is protected !!