Koin Ajaib Jaman Rasulullah Beredar di Wonokarto

0 1.123
Foto dok Panitia Muammalah

INFOWONOGIRI.COM – KOTA-Bertepatan pada hari Ahad Pon Robi’ul Akhir atau Minggu (29/13/19) mulai beredar uang keping dalam bentuk Dinar dan Dirham di Jl Brigjen Katanya No 14 Rt 02 Rw 07 Kelurahan Wonokarto Kecamatan / Kabupaten Wonogiri. 

Alamat itu adalah Markas Jemparingan Wonogiren Sambernyowo. Di lokasi tersebut sedang dilaksanakan Pasar Muammalah. Tempat bertemunya pemilik barang yang diperjualbelikan (dagangan) dengan pemilik Dirham dan Dinar. 

Kedua koin itu bisa digunakan untuk transaksi tampa sewa dan tampa pajak. Bagi pengunjung yang tidak memiliki Dirham atau Dinar juga bisa menukarkan Rupiah kepada Al Wakil sebagai pengelola Wakala. Yaitu tempat penukaran Rupiah dengan Dinar dan Dirham. 

Arif Rahman seorang Al Wakil “Husain asal Kartosuro Sukoharjo mengatakan, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang ditetapkan Nabi Muhammad sebagai alat tukar atau transaksi. Wakala sudah ada di tiap Kabupaten / Kota di wilayah Soloraya, kecuali di Wonogiri.

“Di Wonogiri rencana pak Cucuk sebagai calon Al Wakil,”  kata Arif Rahman. 

Koin Dinar dan Dirham ada sejak lebih kurang 1500 tahun silam. Dampai jaman milenial ini masih relatif stabil nilai tukarnya. Di Wonokarto yang beredar adalah koin terkecil (terendah) 1/2 Dirham, 1, 2, dan 5 Dirham. Koin terkecil adalah 1/6 Dirham, namun kini tidak dicetak lagi. Karena bea produksinya lebih mahal dari pada kursnya. “Jadi 1/6 dirham tidak ada. Kita juga sedia Dinar,” kata Arif.

Satu Dirham Perak adalah setara dengan Rp.70 ribu. Atau setara dengan satu ekor ayam kampung dewasa. Sedangkan satu Dinar Emas setara satu ekor sapi jantan dewasa, atau sekira senilai Rp.2,3 juta.

Sementara itu pelaksanaan Pasar Muammalah serentak hari ini di lima Kabupaten/Kota. Yaitu di Wonogiri, di Medan, di Banjarmasin, di Makassar dan di Jogjakarta. “Ini kali keduanya. Berbarengan hari Ahad Pon pelaksaan gladen jemparingan. Kedepannya akan rutin dilaksanakan setiap Pon,” kata Cucuk Budiyanto.

Pasar Muaammalah di Wonogiri adalah mengadopsi Muaalmmalah jaman Nabi dan Rosul. Yaitu mempertemukan orang yang punya barang dagangan. Ada pemeran Wakala, penukar Rp ke Dirham dan Dinar. Ada pemilik Dinar dan Dirham untuk belanja. 

“Di Wonogiri Dinar dan Dirham termasuk barang baru. Ada yang hanya lewat mampir. Banyak yang datang hanya ingin tahu,” katanya.

Foto dok Panitia Muammalah

Muammalah berjalan ramai. Jumlah transaksi 38 Dirham Perak dan 1 Dinar Emas. Lalu dimanfaatkan sebagai alat transaksi di tempat itu juga. Karena memang alat transaksi dengan barang. Bukan untuk investasil. Barang dagangan ada beberapa bahan pokok, peralatan sholat, Olahraga jemparingan, makanan dan minuman, buku dan lain lainya.

Dalam Al Quran disebut secara jelas uang/alat transaksi yang sah adalah Dinar Emas dan Dirham Perak. Fulus masih muncul di kalangan terbatas. Rencana akan dicetak sebagai literasi. Hadis Nabi juga menyebutkan, akan datang suatu masa pada manusia, pada masa itu tidak ada apapun yang bermanfaat selain dinar emas dan dirham perak. Musnad Imam Ahmad Ibnu Hambal. (baguss)

error: Content is protected !!