Keunggulan Sido Batik Karena Motif Kombinasi Mengesankan Muda

0 286

INFOWONOGIRI.COM-NGADIROJO-Dulu baju/kakn motif batik hanya dimiliki kalangan tertentu. Terutama orang tua. Kalangan orang berada. Bahkan dulu kala hanya di kalangan ningrat atau bangsawan. 

Tetapi kini tidak. Di era milenial kain batik telah menjadi bagian hampir semua kalangan. Orang tua, dewasa, remaja dan anak. Tidak hanya dimiliki pejabat dan wakil rakyat. Tetapi hampir semua rakyat. Industri batik kini terus berkembang dan dibutuhkan jaman.

Peluang pasar itu ditangkap Mawan Tri Hananto alias Mawan Probodipuro. Dia mendirikan CV Sido Batik Lestari di kampung asalnya di Dusun Bulurejo Desa Mlokomanis Kulon Kecamatan Ngadirojo Wonogiri. 

Agus Wibowo (32th) selaku pengawas produksi menceritakan usahanya resmi dimulai sejak Nopember 2017. Dengan jumlah karyawan 50 orang. Ini yang pertama di Wonogiri. Beberapa kota lain telah ada lebih dulu.

Batik yang diproduksi adalah handmade custom. Seperti batik tulis. Tetapi bukan batik tulis. Pun bukan printing. 

Proses batik handmade dengan batik tulis sama sama menggunakan lilin. Lilin tembus. Pewarnaan juga tembus. Bedanya tipis. Yaitu pada lilin dingin untuk handmade. Lilin panas untuk batik tulis. Motif/pola batik tulis menggunakan chanting. Handmade menggunakan busa untuk pewarnaan yang telah didesain/dipola sebelum pewarnaan.

Hal lain yang membedakan adalah harga. Batik tulis relatif lebih mahal dibandingkan batik handmade. Lebih murah lagi printing. “Printing itu kan kain bermotif batik,” kata Agus. 

Bedanya dengan sablon adalah pada handmade keluar malam/lilin. Sedangkan sablon keluar warna.

Dalam setiap produksi, dia lebih banyak menggunakan kain katun primisima ukuran 220 x 115 cm. Bahan digesut /dipola dengan lilin dingin. Diamkan se malam, lalu diwarnai, dikeringkan, diobati dikunci warna dengan waterglas keringkan minimal 1,30 jam, lalu dicuci agar warna yang tidak terpakai luntur. 

Setelah itu direbus dengan air mendidih untuk menghilangkan lilin/malam. Lalu dijemur sampai kering, digosok lalu jadi. Bungkus!

“Rata rata kita produksi 50 lembar perhari, tergantung cuaca. Perlembar harga kisaran Rp.130 ribu,” kata Agus. 

Setiap hari ada banyak pemesan. Paling lama 21 hari – 30 hari pesanan jadi, tergantung antrian. 

Pemesan banyak dari lua daerah, luar Jawa, bahkan dari luar negeri. Siapa saja dilayani. Kelebihan atau khas Sido Batik adalah pada motif pecahan, remekan, kombinsi warna, abstrak, dan costum (seragam). Lebih gaul atau supel. Dan mengesankan batiknya anak muda. 

“Yang membuat laris kombinasi warna. Lain dari pada yang lain,” pungkas Agus. (baguss)

error: Content is protected !!