Edi Santosa Ungkap Masalah Bupati Yang Belum Diselesaikan

0 2.421
Pengurus FLP menyerahkan buku untuk Wabup Edi Santosa | Foto Baguss

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Edi Santosa mengungkapkan beberapa persoalan yang belum diselesaikan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri. 

Selama empat tahun menjabat Wabup, penurunan prosentasi penduduk miskin di kota Tiwul belum mencapai target. Masalah pendidikan masih tertinggal. Potensi wisata belum tergarap.

Bupati/Wabup menargetkan angka warga miskin turun 9% dari posisi 12,98% saat dilantik mendampingi Bupati Joko Sutopo Februari 2016 silam. Jumlah penduduk Wonogiri berkisar 1.150.000 jiwa.

“Saat ini penduduk miskin Wonogiri berada di zona kuning 10,28 %. Sebentar lagi zona hijau, kita menargetkan bisa turun menjadi 9%,” kata Edi di hadapan peserta Sarasehan Forum Lingkar Pena, Jumat (27/12/19) di Rumdin Wabup Wonogiri Kota.

Di bidang Pendidikan, Edi menyebut Kabupaten Wonogiri berada di urutan bawah. Program pendidikan gratis untuk SD dan SMP sudah dilaksanakan sejak 2018. Untuk tingkat SMA menjadi kewenangan Provinsi Jateng. 

Terbaru, Pemda telah menyerahkan beasiswa untuk 461 mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Masing-masing Rp.1 juta perbulan. Berkesinambungan, jika mahasiwa mampu mempertahankan nilainya. Ini juga baru, seragam gratis untuk SD dan SMP dianggarkan mulai 2020. Jangan sampai ada siswa putus sekolah.

Peserta Sarasehan di rumdin Wabup Edi Santosa | Foto Baguss

“Potensi wisata memang belum tergarap. Wonogiri punya WGM dan Musium Kars di Pracimantoro,” kata Edi. Keduanya disebut – wisata andalan. Potensi wisata yang belum tergarap, adalah pantai Nampu dan Sembukan. Kedua pantai itu berada di Kecamatan Paranggupito. Berbatasan langsung dengan Australia. “Kamu kesana nyebrang saja sudah sampai Australia. Bener,”  tegas Edi.

Selama empat tahun berjalan, Pemda memprioritaskan program Alus Dalane. Edi mengklaim telah membangun jalan sepanjang 900 km sampai 2019 ini. Pemda terus menganggarkan semua jalan kabupaten halus, sekira seribu km, lebih. Di bidang “Rame Pasare” membangun pasar tradisional. Di bidang “Sehat Rakyate” telah dibangun Puskesmas-puskesmas. Pertanian juga sudah banyak dibantu Alsintan. 

Kepada anggota FLP, Edi berpesan jadilah generasi berkualitas. Mampu berkarya yang berkualitas. Kebanggaan Edi, FLP adalah khazanah baru di Indonesia. “FLP harus membantu menyukseskan program Wonogiri”  harap Edi. Acara itu dihadiri Irfan Azizi dari FLP Pusat. Agus Yulianto FLP Jateng. Heriwanto FLP Wonogiri. (baguss)

error: Content is protected !!