Kabinet Kerja II Jokowi Diminta Tekan Angka Kemiskinan & Pengangguran

0 178
Drs. H. Hamid Noor Yasin, MM. Anggota DPR RI Komisi IV FPKS Dapil Jawa Tengah IV

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL– Anggota DPR RI Asal Jawa Tengah IV, Hamid Noor Yasin menanggapi pelantikan kabinet kerja II yang diumumkan Rabu (23/10/19) meminta kepada menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri agar mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di negeri tercinta ini.

Data bank Dunia 2018, Hamid menguraikan, tingkat kemiskinan masyarakat desa 14,6%. Masyarakat yang mengalami rentan kemiskinan mencapai 27,9%. Tingkat kemiskinan di perkotaan 11,4% dan rentan kemiskinan sebesar 26,1%.

“Angka kemiskinan masih di atas 13%, ini menunjukkan negara kita masih jauh dikatakan sejahtera. Kebutuhan dasar akan sandang pangan dan papan perlu diurai untuk dibantu penyelesaian pemenuhan warga negara kita. Pemenuhan ini akan mudah tercapai bila angka penduduk yang tidak bekerja atau pengangguran dapat ditekan”, urai Hamid.

Politisi PKS ini menjelaskan, bonus demografi Indonesia yang mencapai puncaknya sekitar 70% penduduk Indonesia berada pada usia produktif bekerja menjadi tantangan tersendiri. Mereka apakah mampu ditampung oleh lapangan kerja yang memadai sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang sangat kuat, atau malah makin banyak angka pengangguran yang membuat bangsa kita menjadi keropos.

Hamid, mengatakan, saat ini, angka pengangguran kita masih cukup tinggi. Jika merujuk data BPS Februari 2019, jumlah angkatan kerja sebanyak 136,18 juta jiwa pada usia produktif. Dari 136,18 angkatan kerja ini, yang bekerja 129,36 juta orang, yang menganggur 6,82 juta orang.

Legislator dari Jateng IV yang akan ditempatkan di komisi IV bermitra dengan kementerian pertanian, mengingatkan, sektor utama penyerap tenaga kerja adalah pertanian. Namun sejak 2018, penyerapannya anjlok hingga minus akibat harga komoditas perkebunan rendah sehingga insentif buat petani menjadi masalah yang sangat serius.

“Selamat bekerja team kabinet kerja II Jokowi. Semoga harapan rakyat banyak, yakni angka kemiskinan menurun, lapangan kerja semakin banyak. Sehingga pengangguran berkurang hingga kesejahteraan meningkat. Meningkatnya kesejahteraan ini akan dapat dirasakan manakala suda ada tanda-tanda pendidikan masyarakat semakin tinggi, pelayanan kesehatan semakin baik dan daya beli semakin tinggi”,  demikian Hamid Noor Yasin. (tim-red/rilis)

error: Content is protected !!