Distribusi Pupuk Bersudsidi Di Kalangan Petani Masih Bermasalah

0 163

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL-Anggota Komisi IV DPR RI Asal Dapil Jawa Tengah IV (Wonogiri-KaranganyardanSragen), H. Hamid Noor Yasin mengatakan, masih terjadi masalah fundamental pada distribusi pupuk bersubsidi di kalangan petani.

Blokir atau penghentian pupuk bersubsidi di beberapa wilayah Indonesia, merupakan salah satu pemicu kisruhnya pengelolaan distribusi pupuk bersubsidi secara nasional.

September lalu, pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan pasokan pupuk subsidi sebanyak 1,26 juta ton untuk memenuhi kebutuhan petani secara nasional hingga akhir tahun 2019.

Janji pihak pemerintah, pupuk disiapkan jumlah itu agar dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan alokasi yang diatur Kementerian Pertanian. Dengan tujuan tidak terjadi kekurangan stok pupuk menjelang musim tanam tahun ini. Namun pada kenyataannya, tata kelola distribusinya masih amburadul. Sehingga menuai protes dari petani di tingkat bawah.

“Ketika saya turun ke masyarakat petani dan kelompok-kelompok petani, masih mendapat banyak keluhan dari banyak petani terutama di dapil saya. Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. Keluhan paling intens pada masalah pupuk bersubsidi. Pemerintah masih kacau dalam pengelolaan pupuk bersubsidi ini,” terang Hamid.

Politisi PKS ini mengatakan, meski pemerintah telah menggelontorkan 6.026.667 ton pupuk bersubsidi hingga hingga 11 September 2019, setara 68 % dari alokasi penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2019 sebesar 8,8 juta ton, namun kepuasan masyarakat terutama para petani jauh dari harapan.

Banyak rakyat mengeluh terkait masalah pendataan kelompok penerima. Hanya yang dekat pemerintah atau yang memiliki akses saja yang mendapat saluran pupuk subsidi dengan mudah. Namun masih banyak petani yang tidak kebagian pupuk subsidi meski sangat membutuhkan.

“Semoga sampai akhir tahun ini, pemerintah mampu membereskan permasalahan pupuk bersubsidi ini. Keluhan-keluhan yang hingga saat ini masih banyak dirasakan oleh petani di daerah dapat diredam dalam waktu cepat,” harap Legislator PKS ini. (rill-iw)

error: Content is protected !!