Salah Satu Solusi Atasi Kelangkaan Air di Wonogiri

0 292

INFOWONOGIRI.COM-SIDOHARJO-Kelangkaan air adalah salah satu Pekerjaan Rumah (PR) tangga Pemerintah Kabupaten Wonogiri. PR bagi siapapun pemangku kebijakan. PR ini telah puluhan tahun belum selesai. Pasca reformasi sejak 1999, Bupati Begug Poernomosidi (2 periode), Danar Rahmanto (1 periode), Joko Sutopo (4th) belum menunjukan hasil maksimal?

Sampai kapan? Niat mengerjakan PR ini atau tidak? PR ini akan semakin berat pada tahun-tahun yang akan datang. Karena situasi kondisi alam. Padahal kebutuhan air, bukan hanya sekedar mengatasi haus dan dahaga. Tapi juga untuk memenuhi kebutuhan perternakan dan pertanian. Lebih dari itu.

Baru-baru ini, dua orang asli negeri Wonogiri menawarkan solusi menyelesaikan PR ini. Adalah
Yusuf Adi Saputro (22th) asal Jatiroto, dan, Suparno asal Kecamatan Sidoharjo.

Keduanya adalah perwakilan PT. Citra. Anak perusahaan Parnaraya Grup. Solusi apa yang ditawarkan?

Untuk mengatasi kelangkaan air, salah satu solusinya adalah pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya merk SYSLOS. SYSLOS asal kata SYS (Suparno dan Yusuf Saputro) dan LOS (lancar tampa halangan).

Ide memproduksi Syslos tahun 2019 ini. Setelah uji simulasi beberapa kali di Jakarta, pertengahan Agustus lalu diluncurkan di sawah di Desa Kayuloko Sidoharjo. Hasilnya?.

Yusuf menjelaskan, secara teknis, Syslos terdiri dari 8 panel @ 250wp. Kapasitas daya pompa 1 HP (750watt). Kapasitas 3000 liter air perjam. Setelah selesai metangkai Syslos, Pompa ditanam dengan kedalaman sesuai keberadaan sumber mata air. Masing-masing daerah berbeda satu sama lain.

“Panel solar cell ini outputnya DC dirubah menjadi AC untuk menyuplai ke motor,” kata alumni UMY ini. Dijelaskan, Pompa Syslos ini sangat tergantung kepada sinar matahari. Maka akan semakin baik pemasangan Syslos di ruang terbuka atau tanah lapang.

Syslos bisa bekerja aktif mulai pagi pukul 07.00 sd 09.00 Wib dengan kemampuan 79%. Pada pukul 09.00 sd 15.00 Wib 100%. Pada pukul 15.00 Wib sd 16.00 Wib 70%. Diluar jam itu Syslos tidak bisa hidup.

Soal biaya? “Berkisar Rp.40 – 50 juta. Tapi fleksibel. Tergantung kebutuhan air, semakin sedikit makin murah,” kata Yusuf. Tantanganya bahan-bahan solar cell kapasitas besar tidak ada di pasar lokal Wonogiri. Inverter juga tidak ada. Bahan-bahan yang disiapkan Yusuf didatangkan dari pabrik milik Suparno. Inverter alat untuk mengolah DC menjadi AC. Hitunganya Titik 0 air 40m – 60 meter Rp.10 juta. “Ini investasi. Dalam jangka waktu 3-4 tahun bisa kembali. Ini peluang untuk gapoktan, BUMDes dan Pemdes di wilayah terdampak kekeringan ” pungkasnya. (Baguss)